"Siapa yang nelepon?" tanya hakim.
"Pak Ferdy Sambo," jawab Kuat.
![Terdakwa kasus pembunuhan berencana Ferdy Sambo saat mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/10/17/38323-sidang-ferdy-sambo-ferdy-sambo-di-pengadilan-ferdy-sambo.jpg)
Lewat sambungan telepon, Sambo meminta Kuat untuk berkata jujur perihal kematian Yosua. Perintah Sambo itu lantas membuat Kuat menangis seketika.
Sambo saat itu bak menyalahkan Kuat lantaran tidak menceritakan dengan rinci peristiwa yang terjadi di Magelang.
"Pas saya lagi diperiksa saya masih yang bohongan itu, sore penyidik saya ngomong Pak Kuat ini pak Ferdy mau ngomong baru saya angkat 'Kuat ceritain apa adanya saja'," kata Kuat menirukan ucapan Sambo.
"Waktu itu saya menangis 'Kamu sih kalau apa-apa tidak mau ngomong, di Magelang ada apa-apa kamu tidak ngomong, harusnya cerita'," imbuh Kuat.
Saat sambungan telepon masih berlangsung, Sambo berpesan agar Kuat menceritakan insiden kematian Yosua secara apa adanya. Sambo juga berpesan supaya Kuat bersiap merasakan dinginnya jeruji penjara.
"Saya menangis pada saat itu 'Pokoknya ceritain aja At, yang kamu tahu cerita aja sudah kita siap di penjara aja'," kata Kuat menirukan ucapan Sambo.
Baca Juga: Hakim ke Kuat Maruf: Saudara Kalau Bohong Itu Konsisten