Survei Charta Politika: Kalau Tak Dicalonkan PDIP, Pemilih Minta Ganjar Maju Pilpres 2024 Lewat Golkar

Selasa, 29 November 2022 | 16:32 WIB
Survei Charta Politika: Kalau Tak Dicalonkan PDIP, Pemilih Minta Ganjar Maju Pilpres 2024 Lewat Golkar
Hasil survei Charta Politika Indonesia menunjukkan pemilih meminta agar Ganjar Pranowo nyapres melalui Partai Golkar kalau tak dicalonkan PDIP pada Pilpres 2024, Selasa (29/11/2022). (Tangkap Layar)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Lembaga survei Charta Politika Indonesia mengungkap hasil survei terbarunya terkait dinamika jelang Pilpres 2024. Dalam survei itu dikatakan bahwa para pemilih Ganjar Pranowo menilai sebaiknya Ganjar sebagai calon presiden maju melalui Partai Golkar jika tak dicalonkan PDIP.

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya mengatakan bahwa dalam survei yang dilakukan, pihaknya menanyakan pertanyaan 'Jika Ganjar Pranowo tidak dicalonkan oleh PDIP sebagai calon Presiden. Menurut pendapat Bapak/Ibu/Saudara sebaiknya Ganjar Pranowo maju sebagai calon Presiden melalui dukungan partai?'.

Pertanyaan tersebut hanya ditanyakan kepada responden yang hanya memilih Ganjar Pranowo sebagai calon presiden.

"Responden yang menyatakan memilih Ganjar Pranowo, 22.9 persen menyatakan jika Ganjar Pranowo tidak dicalonkan oleh PDIP sebagai calon Presiden sebaiknya maju melalui dukungan Partai Golkar," kata Yunarto dalam paparannya secara daring, Selasa (29/11/2022).

Selain Golkar, ada juga yang menyatakan sebaiknya Ganjar maju lewat PKB dengan angka 19,1 persen, kemudian Gerindra 12,8 persen, lalu ada NasDem dengan 7,8 persen.

Setelah Nasdem ada PPP dengan angka 3,5 persen, kemudian PAN dengan 2,5 persen, lalu PSI hanya 2 persen, terkahir ada Perindo dengan 1,5 persen dan PKS dengan angka 0,8 persen.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. [Dok Pemprov Jateg]
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. [Dok Pemprov Jateg]

Sementara itu responden yang tidak menjawab atau tidak tahu ada 27,1 persen.

Survei dilakukan pada tanggal 4-12 November 2022, melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur.

Jumlah sampel sebanyak 1220 responden, yang tersebar di 34 Provinsi. Metodologi yang digunakan adalah metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ± (2.83%) pada tingkat kepercayaan 95%.

Baca Juga: Siapa Calon Pemimpin Rambut Putih untuk Dipilih? Jokowi: Seperti Ganjar Pranowo dan Pak Prabowo

Ganjar Masih Unggul

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI