Kode Keras Buat Cak Imin! Jangan Ngotot Jadi Capres, Elite Gerindra: Kalau Bicara Pendamping Prabowo, Yang Layak Banyak

Bangun Santoso Suara.Com
Rabu, 23 November 2022 | 07:02 WIB
Kode Keras Buat Cak Imin! Jangan Ngotot Jadi Capres, Elite Gerindra: Kalau Bicara Pendamping Prabowo, Yang Layak Banyak
Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya ( Gerindra) Prabowo Subinato (kiri) bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (kanan) menyapa awak media usai mendaftarkan partainya masing-masing sebagai Calon Peserta Pemilu tahun 2024 di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Meski sudah digadang-gadang bakal bersatu mengarungi panasnya alur politik jelang Pemilu 2024, faktanya sampai saat ini antara Gerindra dengan PKB belum juga resmi berkoalisi. Kekinian, Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengungkapkan kedua partai masih ngotot ingin jadi nomor satu alias capres.

Seperti memberi kode keras bagi Cak Imin, Wakil Ketua Umum Gerindra, Budi Djiwandono mengatakan, pihaknya melihat banyak figur yang layak dan mampu mendampingi Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden.

Diketahui, Gerindra sudah jauh-jauh hari menegaskan untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden di 2024.

"Pak Prabowo, kami kalau bicara masalah calon wakilnya banyak sekali ya tokoh-tokoh yang memang bisa atau memang mampu. Bukan mampu maaf, sangat layak untuk bersama-sama Pak Prabowo mendampingi Pak Prabowo," kata Budi Djiwandono di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (22/11/2022).

Bahkan, menurut Juru Bicara Bappilu Gerindra itu terang-terangan menyebut banyaknya tokoh yang layak jadi cawapres untuk Prabowo tidak terbatas hanya pada satu figur.

"Tidak tertulis pada satu orang, tetapi lebih pada pembahasan yang masih terus berjalan," ucap Budi.

Hanya saja, meski menyatakan banyak figur yang dinilai mampu jadi cawapres Prabowo, hingga kini Ketua Umum Gerindra itu belum menunjuk satupun nama figur tertentu.

Sementara itu, terkait komitmen antara Gerindra dengan PKB, Budi Djiwandono menegaskan, partainya tetap mengedepankan komitmen terkait kerjasama politik dengan PKB.

Karenanya, keputusan mengenai capres dan cawapres tentu diambil oleh dua ketua umum, yakni Ketua Umum Gerindra Prabowo dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Baca Juga: Koalisi Gerindra dan PKB Kemungkinan Umumkan Capres Akhir 2022 atau Awal 2023

"Kami sebagai kader, kami kedepankan komitmen terhadap penegakan perjanjian itu dan sesuai dengan apa yang tertuai dalam perjanjian tersebut. Masalah calon presiden dan calon wakil presiden ditentukan oleh ketua umum partai Gerindra dan ketua umum PKB secara bersama-sama," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI