Menurutnya, Forum Ka'bah Membangun tidak tanggung-tanggung dan punya sikap politik lebih cepat dalam mengambil keputusan sebagai organisasi PPP.
"FKM itu lebih memilih berlawanan secara narasi dan keinginan politik dengan basis pemilihnya, yakni PPP," kata dia.
Kedua, PPP memiliki rasa khawatir jika basis pemilih lari ke partai lain secara organisasi. Salah satu contohnya FKM.
"Hal tersebut terbukti dengan PPP tidak menertibkan gerakan itu. Kekhawatiran PPP itu merupakan hal yang nyata," ucapnya.
Ketiga, kata dia, PPP masih tersandera dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang diisi dua Partai lain Golkar dan PAN.
"Sebab, sampai saat ini KIB belum berani juga mengumumkan tokoh yang akan didorong sebagai capres atau cawapres," imbuh Arifki.