Apa Itu Muktamar Muhammadiyah? Ketahui Pengertian dan Sejarahnya

Rifan Aditya Suara.Com
Minggu, 20 November 2022 | 11:56 WIB
Apa Itu Muktamar Muhammadiyah? Ketahui Pengertian dan Sejarahnya
Apa itu Muktamar Muhammadiyah - Ilustrasi bendera Muhammadiyah. [muhammadiyah.or.id]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Muktamar ke-48 Muhammadiyah diselenggarakan pada 18 hingga 20 November 2022 di Kota Solo, Jawa Tengah, tepatnya di Universitas Muhammadiyah Solo (UMS). Tahukah kalian tentang apa itu Muktamar Muhammadiyah?

Dalam Muktamar Muhammadiyah kali ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah sosok yang membuka acaranya pada Sabtu (19/11/2022). Lantas apa itu Muktamar Muhammadiyah? Ketahui pengertian dan sejarahnya berikut ini. 

Berdasarkan jadwal Muktamar ke-48 Muhammadiyah, Sabtu (19/11/2022) yakni Sidang Pleno VI dan Sidang Pleno VII yang akan membahas penetapan hasil pemilihan anggota Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Masa Jabatan 2022-2027, serta penyelenggaraan Rapat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Terpilih Masa Jabatan 2022-2027. 

Apa Itu Muktamar Muhammadiyah? 

Dilansir dari laman muktamar.id, Muktamar Muhammadiyah adalah permusyawaratan tertinggi di Muhammadiyah. Muktamar sekaligus menjadi momen regenerasi, silaturahmi dan juha kolaborasi antar warga persyarikatan. 

Dalam kegiatan Muktamar diikuti oleh ribuan orang yang merupaka perwakilan wilayah dan daerah Muhammadiyah, selain itu juga dimeriahkan oleh warga Muhammadiyah dari seluruh Indonesia. 

Sejarah Muktamar Muhammadiyah 

Diketahui, oganisasi Muhammadiyah pertama kali didirikan oleh KH Ahmad Dahlan di Kampung Kauman Jogja pada 18 November 1912 (8 Dzulhijjah 1330 H). Pada awalnya, Muhammadiyah didirikan untuk mendukung usaha dari KH Ahmad Dahlan untuk mengembalikan serta memurnikan ajaran Islam di Indonesia yang menurutnya telah banyak dipengaruhi dengan hal-hal mistik. 

Kegiatan ini juga memiliki sebuah basis ilmu dakwah untuk para wanita dan kaum muda berupa pengajian Sidratul Muntaha. Nama  ''Muhammadiyah' pada awalnya diusulkan oleh seorang kerabat sekaligus sahabat Kiai Ahmad Dahlan yang bernama Muhammad Sangidu, Ketib Anom Kraton Jogja dan juga tokoh pembaruan yang kemudian diangkat menjadi penghulu Keraton Jogja. KH Ahmad Dahlan kemudian menetapkan nama Muhammadiyah setalah sholat istikharah. 

Baca Juga: Dorong Penguatan Kemandirian Ekonomi Umat, Erick Thohir Dapat Dukungan dari Muhammadiyah

Sejak Muhammadiyah berdiri hingga sekarang, total sudah terselenggara Muktamar sebanyak 48 kali. Muktamar terakhir diselenggarakan di Kota Makassar pada tahun 2015 lalu. Muktamar kembali diselenggarakan di Kota Solo.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI