Suara.com - Wakil Ketua Umum DPP PPP, Arsul Sani, dengan tegas menyatakan tidak setuju jika nomor urut peserta Pemilu 2024 sama dengan pemilu sbelumnya. Arsul ingin tetap diundi sebagaimana yang sudah berjalan.
Dengan demikian, Pernyataan Arsul sekaligus tidak setuju dengan keinginan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mengusulkan nomor urut parpol tidak diubah dan hanya menyesuaikan jika ada partai baru.
"Jadi kalau ditanya PPP lebih seperti apa, bagi kami saya kira sistem yang sudah berjalan selama ini, di mana setiap pemilu kemudian kita undi itu masih yang terbaik, kira kira seperti itu," kata Arsul kepada wartawan dikutip Kamis (17/11/2022).
Menurutnya kalau nomor urut peserta Pemilu 2024 menggunakan nomor urut peserta pemilu sebelumnya, maka dikhawatirkan ada pihak yang bakal merasa dirugikan.
"Karena kamu khawatir kalau itu kami setujui nanti, partai yang di luar parlemen apalagi partai yang ternyata nanti memenuhi syarat untuk ikut pemilu karena ikut pemilu karena lolos juta di verifikasi faktual juga akan merasa tanda kutip ya terkurang haknya karena untuk mendapat nomor yang mereka sukailah," kata dia.
Untuk diketahui, pada Pemilu 2019 lalu PPP mendapat nomor urut 10, sedangkan PDIP nomor ururt 3. Ada apa dengan nomor urut 3 sehingga Megawati menginginkan PDIP tetap menggunakan nomor urut tersebut, dan PPP yang dapat nomor urut 10 minta ada kocok ulang.
Lebih lanjut, Wakil Ketua MPR RI ini menyebut jika wacana soal nomor urut peserta pemilu ini harus dibahas secara bersama-sama.
Menurutnya, keputusan nanti harus disepakati seluruh peserta pemilu baik yang baru maupun yang lama.
"Ini kan harus dimusyawarahkan dan disepakati oleh semua partai tidak hanya yang ada di koalisi, tidak hanya yang nanti katakanlah sudah ikut pemilu termasuk partai baru kalau dia lolos verifikasi faktualnya setelah lolos verifikasi administrasi harus kita dengar," ucap Arsul.
"Karena semua partai punya hak yang sama, kalau ketika kita bicara untuk penyelenggaran pemilu itu kan tidak ada cerita kemudian voting karena kursinya banyak katakanlah dia menjadi suaranya banyak, ini kan semua harus kita musyawarahkan," Arsul menambahkan.
Baca Juga: Gus Dur dan Megawati Pernah Dekat Bak Kakak Adik, Berakhir Rusak Gegara Dua Sosok Ini
Nomor Urut Parpol