Kesaksian Sepupu-Eks Ketua RT Kasus Sekeluarga Tewas di Kalideres, Beda Gereja hingga Tak Ada Ornamen Salib di Rumah

Rabu, 16 November 2022 | 19:44 WIB
Kesaksian Sepupu-Eks Ketua RT Kasus Sekeluarga Tewas di Kalideres, Beda Gereja hingga Tak Ada Ornamen Salib di Rumah
Polisi menggelar olah TKP kasus satu keluarga tewas di Kalideres, Jakbar. (Suara.com/Yaumal)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Misteri kematian Margaretha sekeluarga di Kalideres, Jakarta Barat, belum terpencahkan. Petugas kepolisian masih merangkai temuan-temuan dari lapangan.

Disaat bersamaan, banyak rumor bermunculan di tengah masyarakat. Salah satunya yakni tentang sekte atau aliran sesat.

Salah satu sepupu Margaretha, Melilani (67) mengatakan, semasa dulu Margaretha masih tinggal di Gang Lilin, Gunung Sahari, mereka sering bercengkrama bersama.

Termasuk pergi ke gereja. Meskipun gereja mereka tidaklah sama.

"Pernah kan satu rumah. Tapi beda gereja. Tapi sama-sama di Gunung Sahari," ungkapnya saat ditemui di Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (16/11/2022).

Saat disinggung lebih dalam, ke gereja mana Margaretha biasa beribadah, Mei tidak bisa menjelaskan. Ia mengaku kurang mengetahui gereja yang sering didatangi oleh sepupunya itu.

"Gak tahu kan gereja di Gunung Sahari gak cuma satu. Banyak kan," katanya.

Sementara itu, mantan Ketua RT setempat, M Mundji (71) mengatakan, hampir tidak ada perayaan setiap Natal atau Imlek di keluarga Margaretha.

Adapun, rumah yang di tempati Margaretha saat itu di Gang Lilin 11, merupakan rumah orangtua dari suaminya, Rudyanto yakni Tan Giok Tjin.

Baca Juga: Polisi Temukan Tumpukan Sampah di Rumah Satu Keluarga Tewas di Kalideres, Bukti Keluarga Rudyanto Mengurung Diri?

Rumah yang berada dalam gang ini sama sekali tidak tampak lampu-lampu hiasan khas perayaan Natal. Semua seperti biasa saja.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI