Suara.com - Kuasa hukum keluarga Brigadir J Martin Lukas Simanjuntak bertanya-tanya terkait alasan sidang Ferdy Sambo yang ditunda selama seminggu.
Martin mengungkapkan bahwa Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mulanya menyampaikan bahwa penundaan sidang karena adanya pertemuan G20.
Menanggapi hal tersebut, Martin mengaku heran dan berkata tidak masuk akal apabila ditunda karena adanya perhelatan G20 di Bali tersebut.
"Nah dengan ditundanya dengan alasan G20 saya pikir kurang rasional, karena persidangan ini diadakan di Jakarta Selatan, pertemuan G20 di mana? Di Bali ya, dari segi geografis itu jauh. Jaraknya mungkin lebih dari 1.000 kilometer, jadi tidak ada hubungannya kalau kita bicara mengenai keamanan ataupun stabilitas," kata Martin, dikutip Suara.com dari KOMPASTV pada Minggu (13/11/2022).
Lalu, Kejaksaan Agung meralat alasan penundaan sidang adalah karena masalah teknis. Martin mengaku kurang mengerti dengan permasalahan teknis tersebut dalam persidangan.
Sebab menurutnya, segala masalah teknis penayangan selama ini sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.
"Toh juga persidangan ini kan disiarkannya hanya visual saja, audionya tidak. Jadi saya pikir kalau masalah penayangan ataupun teknis pelaksanaan sudah sesuai dengan prosedur," tutur Martin.
Menurut Martin, hal yang dirubah bukanlah secara teknis, namun hal strategis. Kendati demikian, strategi itu hanya diketahui oleh Jaksa dan Pengadilan yang mengetahuinya.
Pihaknya pun tidak mengetahui juga apakah kuasa hukum terdakwa setuju dengan hal tersebut. Pasalnya penundaan sidang Sambo cs ini akan membuat lebih lama penahanan para terdakwa.
Baca Juga: Menlu Rusia Sergey Lavrov Tiba di Bali Minggu Malam
"Saya juga tidak tahu dalam hal ini apakah para penasehat hukum dan terdakwa setuju atau tidak. Kalau saya jadi mereka, saya tidak setuju," ungkapnya.