Terang-terangan Dukung Prabowo, Jokowi Tak Akan Berani Blak-blakan Beri Dukungan pada Ganjar, Kenapa?

Rabu, 09 November 2022 | 16:27 WIB
Terang-terangan Dukung Prabowo, Jokowi Tak Akan Berani Blak-blakan Beri Dukungan pada Ganjar, Kenapa?
Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (11/8/2022). (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Terhitung dua kali Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto untuk maju sebagai calon presiden dalam Pilpres 2024.

Dukungan pertama, ketika Jokowi bersama Prabowo menghadiri acara Indodefence Expo di Jakarta, Rabu (2/11/22) lalu. Saat itu Jokowi mengatakan soal restu kepada Prabowo.

Selanjutnya, momen kedua adalah saat Jokowi menghadiri acara puncak peringatan HUT Perindo yang digelar di Jakarta pada Senin (7/11/22) lalu, Jokowi secara terang-terangan menyebut bahwa pemilihan presiden berikutnya adalah jatah Prabowo Subianto.

Dukungan Jokowi kepada Menteri Pertahanan ini kemudian disorot oleh pengamat komunikasi dan politik, Jamiluddin Ritonga.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi didampingi Menhan Prabowo Subianto usai meninjau Pasar Bangkal Baru, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Rabu (20/4/2022). (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi didampingi Menhan Prabowo Subianto usai meninjau Pasar Bangkal Baru, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Rabu (20/4/2022). (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Ia membandingkan dukungan yang diberikan Jokowi kepada Prabowo Subianto dengan Ganjar Pranowo.

Menurut Jamiluddin, Jokowi secara gampang dapat memberikan dukungan kepada beberapa sosok di luar kader PDI Perjuangan, misalnya kepada Prabowo dan Airlangga.

Namun, Jokowi tak akan berani secara terang-terangan memberikan dukungan kepada Ganjar Pranowo.

"Kader PDIP pun Jokowi baru akan menyampaikan dukungan kalau sudah ada restu dari Ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri," terang Jamilludin seperti dikutip melalui WartaEkonomi.id -- jaringan Suara.com pada Rabu (9/11/22).

Jamiluddin mengatakan, sebagai salah satu kader PDI Perjuangan, tentunya Jokowi juga harus patuh terhadap ketentuan partainya. Jokowi tidak boleh mendahului Megawati dalam mendeklarasikan siapa sosok yang ia dukung dalam pesta demokrasi mendatang.

Baca Juga: Tebar Dukungan Ke Prabowo Hingga Airlangga, Jokowi Dinilai Sedang Mainkan Posisi King Maker

"Oleh karena itu, Jokowi tidak akan berani melanggar aturan itu bila tidak ingin mendapat sanksi dari partainya," lanjutnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI