Ketiga, Gen Z memiliki karakter yang aspiratif karena memiliki cita-cita dan harapan yang tinggi. Karakter ini sangat positif, jika bisa dikelola dengan baik.
Keempat, Gen Z memiliki karakter yang perfeksionis. Ini didoktrin oleh apa yang mereka lihat di media sosial yang hanya menampilkan sesuatu yang semupurna saja.
"Jadi tidak heran mereka sempurna keinginannya. Terakhir, adalah percaya diri. Mereka adalah merasa confidence dengan kemampuan mereka. Ini bisa dipahami karena dari kecil mereka sudah biasa mendapat sanjungan oleh orang tua mereka," jelasnya.
Maharsi menjelaskan, survei melibatkan 1.311 responden yang terdiri dari pelajar, mahasiswa dan mereka-mereka yang baru saja masuk dalam dunia kerja dari beberapa kota. Survei dilakukan melalui dua metode yakni melalui media sosial dan gelaran Forum Grup Diskusi secara zoom.
Sementara itu, Kepala Divisi Publikasi dan Seminar, Daniel David Parsaoran menjelaskan, kegiatan ini diselenggarakan melihat puncak bonus demografi yang akan terjadi di 2045.
"Artinya dari sini kita harus menarik mundur sampai saat ini apa yang harus disiapkan, di mana generasi saat ini akan menjadi tulang punggung di era bonus demografi ini," tutur Daniel David.
Berangkat dari hal tersebut, HCNC mencoba membuat landscape, sehingga para pelaku industri di Tanah Air bisa mengenal karakteristik karyawan di Indonesia.
"Dari event ini, kami berharap perusahaan-perusahaan bisa menyiapkan dan membuat Strategi program bagi generasi Z untuk memenuhi masuk di era generasi emas dalam dunia kerjanya," kata Daniel David.
Baca Juga: Indonesia Millennial and Gen-Z Summit 2022 Gaungkan Pentingnya Partisipasi Anak Muda dalam Demokrasi