Ini Bekal untuk Media Lokal Mengantisipasi Serangan Siber

Jum'at, 28 Oktober 2022 | 17:10 WIB
Ini Bekal untuk Media Lokal Mengantisipasi Serangan Siber
Heru Tjatur Bekali Media Lokal untuk Antisipasi Serangan Siber dalam sesi workshop bertajuk "Digital Security for Local Media".Rangkaian kegiatan Local Media Summit (LMS) yang digelar Suara.com dan International Media Support (IMS) di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat pada Kamis dan Jumat, 27 dan 28 Oktober 2022. [Suara.com/Ari Syahril]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Rangkaian kegiatan Local Media Summit (LMS) yang digelar Suara.com dan International Media Support (IMS) di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat pada Kamis dan Jumat, 27 dan 28 Oktober 2022 menghadirkan workshop bertajuk Digital Security for Local Media.

Workshop yang digelar pada Jumat (28/10/2022) tersebut dipandu Upi Asmarandhana dan menghadirkan pembicara Co-founder ICT Watch, Heru Tjatur.

Suara.com dan IMS menghadirkan workshop tersebut agar media lokal dapat menangani serangan siber sehingga kerja-kerja jurnalistik dan bisnis mereka tak terganggu.

Diketahui, empat media online baru saja mengalami serangan siber baru-baru ini, yakni Tempo, Narasi TV, Konde.co dan Batamnews.co.id.

Serangan siber itu diduga sebagai bentuk pembungkaman terhadap sikap kritis media-media tersebut. Heru mengatakan, serangan dengan target terpilih seperti itu jumlahnya tak banyak.

"Hanya lima persen dari jumlah serangan siber yang terjadi," ujar heru.

Ia memaparkan, banyak hacker yang melakukan serangan siber tanpa target dan tujuan yang jelas.

Dalam hal ini, media lokal yang memiliki platform digital seperti situs berita dan media sosial tak luput dari sasaran serangan meski tujuan penyerangnya bukan untuk membungkam media lokal tersebut.

"Biasanya (pelaku) yang baru belajar jadi hacker," kata Heru.

Baca Juga: Media Lokal Wajib Miliki Kepercayaan Diri dari Publik

Media lokal perlu membentengi platform digital mereka dari serangan siber. Pasalnya, serangan siber dapat merugikan publik karena mereka jadi tak bisa mengakses informasi dari media siber yang terkena serangan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI