"Terima kasih para kafilah, pelatih, pembina yang telah memuliakan Jawa Timur melalui prestasi di MTQ tingkat nasional. Prestasi ini melengkapi kebahagiaan dan kemuliaan dari masyarakat Jawa Timur," pungkasnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Harian LPTQ, KH. Hamid Abdullah menyampaikan rasa bahagia dan lega atas keberhasilan Jatim meraih juara umum. Banyak pengalaman yang tak akan terlupakan, dimana sebelum dimulainya pelaksanaan lomba, banyak dari pembina dan guru yang mendampingi jatuh sakit bahkan sampai diinfus.
Tidak hanya itu, sebelum dimulai lomba para kafilah tegang dan menangis sebelum pelaksanaan lomba. Ada pula yang baru melahirkan 40 hari mengikuti lomba MTQ.
"Allhamdulillah seluruh jerih payah, sakit maupun ketegangan yang dirasakan oleh para pelatih, pembina dan kafilah terbayar sudah. Jatim berhasil keluar menjadi juara umum pada pelaksanaan MTQ Tahun 2022," ungkapnya.
KH. Hamid menegaskan, memperoleh Juara Umum tidaklah mudah namun membutuhkan persiapan yang matang. Segala ikhtiar dilakukan bersama, mulai ikhtiar lahiriyah dan ikhtiar batiniyah.
"Pasukan Bumi kita libatkan dengan mendatangkan para pengajar, guru guru terbaik untuk belajar tilawah Al Quran maupun bidan MTQ lain, sementara pasukan langit diminta pertolongannya untuk menurunkan keberkahan bagi seluruh kafilah yang akan bertanding," ujarnya.
Setiap hari, para kafilah tak lepas dari Sholawat Nariyah yang dilantunkan sebanyak 4.444. Para Hafidz Qur'an juga dilibatkan untuk mengkhatamkan Al Quran setiap hari.
Puncaknya, menjelang 40 hari pelaksanaan MTQ, semua ponpes diminta mengangkat tangan dan mendoakan agar seluruh kafilah Jatim meraih hasil terbaik.

"Allhamdulillah seluruh upaya kita tidak sia-sia, terima kasih Ibu Gubernur telah memberikan pendampingan. Semoga keberhasilan Jatim meraih Juara Umum membawa keberkahaan. Saya yakin, orang yang memuliakan Al Quran adalah orang yang di hormati dan dimuliakan oleh Allah. Semoga Ibu Gubernur selalu diberi kemudahan dalam memimpin Jawa Timur," tutupnya.