Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi, KontraS Kembali Soroti Kasus HAM RI: Sidang Kasus Paniai Sangat Buruk!

Kamis, 20 Oktober 2022 | 14:41 WIB
Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi, KontraS Kembali Soroti Kasus HAM RI: Sidang Kasus Paniai Sangat Buruk!
Sidang kedua kasus pelanggaran HAM Berat Paniai Papua dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu 28 September 2022 [KabarMakassar.com]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Kamis (20/10/2022) hari ini tepat tiga tahun masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) memberikan catatannya.

KontraS memberikan catatan tiga tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, salah satunya adalah penuntasan peristiwa pelanggaran HAM berat Paniai yang kekinian proses peradilannya sedang berjalan di Pengadilan HAM Berat di Makassar.

Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Tioria Pretty Stephanie mengatakan, peradilan kasus tersebut sangat buruk dan mengecewakan.

"Pengumuman penyidikan jelang Hari HAM Sedunia di 2021 seolah menjadi angin segar bagi situasi penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia. Namun seiring berjalan, penyidikan ini yang justru menjadi masalah bagi buruknya proses pengadilan HAM yang masih berlanjut sampai hari ini. Kita dihadapkan pada hasil penyidikan yang mengecewakan," kata Tioria saat menggelar konferensi pers, Kamis (20/10/2022).

KontraS menyayangkan hanya terdapat satu tersangka, yakni Isak Sattu seorang purnawirawan TNI yang bertugas sebagai Perwira Penghubung di Kodim 1705/Paniai saat peristiwa terjadi. Padahal, peristiwa ini dikonstruksikan sebagai kejahatan kemanusiaan dalam bentuk pembunuhan dan penganiayaan yang juga dikaitkan dengan pasal rantai komando.

Kemudian KontraS juga menyoroti proses persiapan persidangan Pengadilan HAM Berat oleh Mahkamah Agung, yang mereka nilai dilakukan secara tidak optimal.

Untuk diketahui, peristiwa kekerasan Paniai terjadi pada 7-8 Desember 2014, kemudian sidang perdananya digelar pada Rabu 21 September 2022.

"Lamanya jeda waktu antara Pengadilan HAM sebelum peristiwa Paniai ini membuat seolah kekuasaan dan lembaga negara terkait gagap untuk menyelenggarakan Pengadilan HAM atas Peristiwa Paniai. Tercatat bahwa Mahkamah Agung baru melempar informasi perekrutan Hakim Ad Hoc di tanggal 20 Juni 2022 sehingga menyebabkan prosesnya menjadi tergesa-gesa," tuturnya.

Pada proses persidangannya masih berjalan dengan agenda pemeriksaan saksi dan ahli. Namun yang disayangkan belum ada pelibatan dari para korban dan keluarga korban.

Baca Juga: Sidang Kasus Pelanggaran HAM Berat Paniai: Saksi Sebut Korban Ditembak dan Ditikam

"Tidak adanya pelibatan para penyintas dan keluarga korban sebagai saksi dan pihak yang harus dipenuhi pemulihannya. Pihak penyintas dan keluarga korban bersama dengan sejumlah pendamping di Paniai menyampaikan kekecewaan mendalam akan proses hukum yang berlangsung yang justru menjadi pintu ketidakadilan berikutnya," papar Tioria.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI