Sebelum Tewas Dibunuh, PNS Semarang Saksi Korupsi Ternyata Dapat Promosi Kenaikan Jabatan

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 15:56 WIB
Sebelum Tewas Dibunuh, PNS Semarang Saksi Korupsi Ternyata Dapat Promosi Kenaikan Jabatan
Jenazah PNS Pemkot Semarang korban tewas ternakar, Iwan Budi P, diserahkan kepada keluarga di RS Dr.Kariadi Semarang, Rabu. (ANTARA/ I.C.Senjaya)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Istri PNS Pemkot Semarang Iwan Budi Paulus, Theresia Onee Anggarawati menyebutkan bahwa suaminya telah memperoleh promosi jabatan sebagai kepala bidang di Badan Pendapatan Daerah sebelum tewas dibunuh.

"Sebelumnya almarhum sudah cerita mendapat promosi jabatan sebagai kabid," kata Onee ditemui usai usai ibadah misa peringatan 40 hari meninggalnya Iwan Budi di Gereja Santa Maria Fatima Semarang, Jumat malam (14/10/2022).

Namun, sang istri tidak mengetahui persis posisi dan kapan almarhum suaminya akan dilantik untuk menempati jabatan barunya itu.

Onee juga mengaku telah didatangi oleh personel dari Polisi Militer Kodam (Pomdam) IV/Diponegoro berkaitan dengan hal penyelidikan kasus yang menimpa suaminya.

Kedatangan petugas itu untuk meminta keterangan tentang kasus pembunuhan suaminya yang saat ini masih dalam proses penanganan Polrestabes Semarang.

"Ditanya kronologis dari awal almarhum hilang. Saya juga tanya tentang informasi keberadaan anggota TNI di lokasi kejadian," katanya.

Motif tentang kaitannya dengan promosi jabatan almarhum juga disampaikan Onee kepada anggota Pomdam Diponegoro itu.

Sebelumnya, sesosok jasad ditemukan terbakar bersama sebuah sepeda motor di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 8 September 2022.

Bersama dengan jasad dan sepeda motor yang merupakan kendaraan dinas milik Iwan Budi Paulus tersebut ditemukan papan nama identitas, serta telepon seluler yang diduga milik korban.

Baca Juga: Oknum Anggota TNI Diduga Terlibat Pembunuhan Pegawai Bapenda Kota Semarang, Ini Kata Kapolda Jateng

Iwan Budi Paulus dilaporkan menghilang sehari sebelum diperiksa sebagai saksi di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng terkait dugaan korupsi sertifikasi aset.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI