Namun Sugeng tidak ambil pusing dengan gelombang pengunduran diri kader-kader NasDem tersebut. Sebab, menurutnya, kader baru yang masuk justru jauh lebih banyak lagi.
"Mungkin 100 kali lipat (lebih banyak) yang masuk, tapi kan tidak diumumkan di publik. Luar biasa ini, tambahannya jauh-jauh lebih besar dari apa yang keluar," ungkapnya.
Sedangkan mengenai keputusan sejumlah kader yang keluar adalah hal yang subjektif dengan menyesuaikan preferensi masing-masing, sehingga tidak menjadi hal yang terlalu diperkarakan oleh NasDem.
"Itu dinamika biasa, hak setiap orang dalam preferensi yang mungkin lebih subjektif, lantas mereka keluar," jelasnya. "Mungkin yang keluar 40, tapi yang masuk mungkin 40 ribu, benar-benar itu terjadi."
Pengamat Sebut NasDem Sedang Korbankan Diri untuk Anies Baswedan
![Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menjawab pertanyaan wartawan dalam pengumuman deklarasi Calon Presiden Republik Indonesia tahun 2024 di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/10/03/64436-nasdem-deklarasi-calon-presiden-2024-anies-baswedan-surya-paloh.jpg)
Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menilai timing deklarasi Anies Baswedan sebagai capres NasDem memiliki makna tersendiri. Pasalnya deklarasi dilakukan sangat berdekatan dengan tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter Arema FC.
Perkara timing deklarasi inilah yang membuat Burhan menduga NasDem tengah berkorban. "NasDem (saat ini) 'mengorbankan diri' untuk Anies Baswedan," jelas Burhan, dikutip dari tayangan tvOneNews.
"Karena pengumuman Anies sebagai bakal calon presiden oleh NasDem, maka KPK atau institusi atau perorang tidak bisa lagi mentersangkakan Anies. Meski belum resmi sebagai bakal calon presiden, tetapi sulit untuk KPK menembak Anies dalam posisi beliau running untuk presiden 2024," sambungnya.
Baca Juga: Anies Baswedan Bersama Nasdem Deklarasi Capres 2024, PDIP Sesumbar Anies Kalah di Jawa Tengah