Salah satu rekan korban yang juga menjadi saksi mata peristiwa tersebut, Adib Zaran mengatakan, sebelum tembok roboh sempat terdengar suara retakan dari arah tembok tersebut dan diselingi sejumlah genteng jatuh.
Setelah itu, peristiwa nahas tersebut pun terjadi. Tembok beton di halaman MTSN 19 itu roboh dan menimpa tiga rekannya.
"Langsung panik pada teriak, baru guru pada keluar nolongin. Pertama diangkat dulu temboknya," tuturnya.
Korban dibawa ke Rumah Sakit Prikasih
Setelah tembok roboh dan menimpa tiga siswa dan melukai sejumlah siswa lainnya, pihak guru berusaha mengeluarkan korban dari tembok yang roboh tersebut.
Setelah berhasil dikeluarkan, semua korban langsung dibawa ke rumah skit terdekat, yakni RS Prikasih, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Setelah itu, diketahui tiga korban meninggal dunia bernama Dika, Dendis dan Adnan. Sementara satu siswa yang mengalami luka atas nama Aditya Daffa Luthfi.
Air luber ke halaman sekolah
Akibat robohnya tembok tersebut, air dari saluran yang meluap luber ke halaman sekolah. Hal itu disebabkan tembok yang roboh itu berbatasan langsung dengan saluran air di belakangnya.
Baca Juga: LPSK Bahas Kronologi Polisi Hapus Video Milik Saksi Tragedi Kanjuruhan: Tak Profesional!
Alhasil seluruh halaman sekolah dan ruangan yang berada di lantai dasar terendam banjir setinggi paha orang dewasa.