Suara.com - Salim salah satu suporter Arema Malang yang bermarkas di kawasan Blok M atau lebih dikenal dengan Arema Tikungan, Jakarta Selatan mengutuk keras tragedi meninggalnya ratusan penonton seusai laga antara Singo Edan (julukan Arema) dengan Persebaya Surabaya.
Dia menegaskan pihak yang bertanggung jawab atas tragedi itu adalah aparat kepolisian yang memerintah gas air mata ditembakkan. Sebagai orang yang bertanggungjawab aparat itu harus diproses secata hukum pidana.
"Aparatnya itu yang nyuruh nembak gas air mata. Itu yang paling bertanggungjawab. Itu harus dipidana, karena korbannya 100 lebih," kata Salim saat ditemui Suara.com di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2022).
![Tembakan gas air mata ke arah tribun penonton di Kanjuruhan Malang [Foto: Twitter]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/10/02/68147-tembakan-gas-air-mata-ke-arah-tribun-penonton-di-kanjuruhan-malang.jpg)
Menurutnya, jatuhnya korban jiwa hingga ratusan orang, bukan disebabkan bentrok antara suporter, melain karena gas air yang ditembakkan.
"Masalahnya, aparatnya sudah berlebihan. Kami mengutuk keras. Ini masalah nyawa," ujarnya.
Salim bilang, seharusnya penonton yang datang dari berbagai kalangan usia harusnya menjadi pertimbangan kepolisian untuk mengambil tindakan.
"Apa mereka enggak lihat yang di tribun itu ada anak kecil. Itu ada itu ada ibu-ibu, ada perempuan juga," ujarnya.
Itsus dan Propam Turun Tangan
Buntut tragedi itu, banyak 18 anggota Polri tengah menjalani pemeriksaan intensif terkait penggunaan gas air mata usai laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.