Cemberut Saat Bagikan Kaos ke Rakyat, Puan Disebut Miliki Bahasa Tubuh yang Jauh dari Klaim Partai Wong Cilik

Rabu, 28 September 2022 | 15:26 WIB
Cemberut Saat Bagikan Kaos ke Rakyat, Puan Disebut Miliki Bahasa Tubuh yang Jauh dari Klaim Partai Wong Cilik
Ketua DPP PDIP Puan Maharani saat bagi-bagi kaos kepada pengunjung sebuah pasar di Bekasi. [Metrotv]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai bahwa Ketua DPP PDIP Puan Maharani memiliki bahasa tubuh yang jauh dari klaim partai wong cilik. Menurutnya, Puan punya masalah ketidaksinkronan antara bahasa verbalnya dengan bahasa tubuhnya.

Pernyataan Jamiluddin tersebut menyusul video viral yang memperlihatkan Puan Maharani sedang membagi-bagikan kaos kepada warga namun dengan memasang wajah yang masam atau cemberut.

Jamil mengatakan, Puan memang dikesankan berjarak dengan masyarakat. Menurutnya, Puan secara fisik memang bersama masyarakat, tapi tidak bisa menyatu.

"Bahasa tubuh Puan Maharani menunjukkan hal itu. Dengah raut wajah tanpa senyum mengesankan ketidakramahannya," kata Jamil kepada wartawan, Rabu (28/9/2022).

Menurutnya, bukan lewat video viral tersebut saja Puan terkesan berjarak dengan rakyat, hal itu juga terjadi kala Puan melakukan tanam padi bersama petani saat kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu.

"Meskipun mengenakan topi dan pakaian seperti petani, tetap saja Puan tidak mengesankan menyatu dengan petani," tuturnya.

Puncak acara senam Sicita (Senam Indonesia Cinta Tanah Air) tersebut dihadiri Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPR RI Puan Maharani.
Puncak acara senam Sicita (Senam Indonesia Cinta Tanah Air) tersebut dihadiri Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPR RI Puan Maharani.

"Hal itu kiranya aneh mengingat Puan salah satu petinggi PDIP yang mengklaim partai wong cilik. Bahasa tubuhnya sangat jauh dari klaim partai wong cilik," sambungnya.

Untuk itu, Jamil menilai Puan punya masalah ketidaksinkronan antara bahasa verbalnya dengan bahasa tubuhnya. Hal itu, kata dia, membuat Puan sulit diterima masyarakat.

"Jadi, meskipun popularitas Puan relatif tinggi namun elektabilitasnya tetap jeblok. Kiranya ketidaksinkronan itu menjadi salah satu penyebabnya," pungkasnya.

Baca Juga: Pamer Foto Bareng Santri, Imam Besar Masjid New York Sentil Puan Maharani: Bisa Dituduh Main Politik Identitas

Puan Bagi-bagi Kaos

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI