Film Dokumenter Masa Kini Adalah Masa Lalu Karya Shinichi Ise Tampilkan Sisi Lain Pendudukan Jepang

Siswanto Suara.Com
Rabu, 21 September 2022 | 11:54 WIB
Film Dokumenter Masa Kini Adalah Masa Lalu Karya Shinichi Ise Tampilkan Sisi Lain Pendudukan Jepang
Pemutaran film dokumenter "Masa Kini adalah Masa Lalu (Ima wa Mukashi) di Hibiya Library & Museum, Tokyo pada Minggu, 18 September 2022. [dok. KBRI Jepang]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Film dokumenter Masa Kini Adalah Masa Lalu (Ima wa Mukashi) diputar di Hibiya Library & Museum, Tokyo, baru-baru ini.

Film besutan sutradara Shinichi Ise, seorang sineas film dokumenter Jepang, mengisahkan napak tilas Ise Shinichi dalam merunut perjalanan ayahnya, Chonosuke Ise, di Indonesia. Chonosuke Ise adalah seorang penyunting film propaganda Jepang saat menduduki Indonesia semasa perang dunia ke-2.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi usai menyaksikan film menjelaskan Shinichi Ise telah berhasil membuat film masa pendudukan Jepang di Indonesia dengan nilai-nilai kemanusiaan.

"Upaya pencarian pribadi yang berhubungan dengan orang tuanya dikaitkan dengan pencarian nilai-nilai kemanusiaan didalam perang itu sendiri," ujar Heri dalam pernyataan tertulis yang diterima Suara.com, hari ini.

"Ini bisa menjadi salah satu upaya untuk mendalami hal-hal yang menjadi milik bersama dari bangsa Indonesia dan Jepang. Yaitu shared history." 

Shinichi Ise menjelaskan film ini diharapkan mampu meningkatkan saling pengertian di antara kedua bangsa.

"Untuk meningkatkan saling mengenal dan pengertian di antara kedua negara. Baik Indonesia maupun Jepang dapat mengetahui masa pendudukan Jepang di Indonesia saat itu," kata Shinichi Ise yang selama 30 tahun melakukan riset menelusuri jejak sang ayah dalam pembuatan film dokumenter itu.

Aktifitas pemukiman padat penduduk Jakarta mengawali jalannya cerita di film. Kompleks perkantoran dan studio Produksi Film Negara  di Jakarta menjadi adegan yang sering ditampilkan Shinichi Ise di film itu.

Ia menjelaskan Chonosuke Ise kerap mengerjakan proses editing dan finishing film propaganda Jepang di studio PFN.

Baca Juga: Monumen Perjuangan Pahlawan Covid-19

Film berbahasa Jepang dengan teks bahasa Indonesia berdurasi 88 menit ini juga menampilkan cuplikan beberapa film propaganda Jepang yang dibuat sang ayah, Chonosuke Ise. Sekitar 130 buah film propaganda yang diproduksi oleh Chonosuke ini masih terawat dan disimpan di Arsip Audio Visual Belanda (the Netherlands Institute for Sound and Vision).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI