Telak, Rizal Ramli Nilai BLT BBM Cuma Jadi Alat Pencitraan Belaka

Rabu, 14 September 2022 | 22:22 WIB
Telak, Rizal Ramli Nilai BLT BBM Cuma Jadi Alat Pencitraan Belaka
Presiden Joko Widodo atau Jokowi mulai menyalurkan BLT BBM di Kantor Pos Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (31/8/2022). (YouTube Sekretariat Presiden)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Ekonom senior Rizal Ramli menilai adanya bantalan-bantalan sosial dalam hal ini Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk mengganti harga BBM yang naik dirasa hanya pencitraan belaka bukan justru untuk membuat rakyat senang.

Jika dilihat nilai BLT yang hanya sebesar Rp600 ribu untuk 4 bulan dianggap Rizal belum mencukupi kebutuhan rakyat.

"Iya lah (pencitraan), karena apa? karena kan cuman dapetnya Rp600 ribu dalam empat bulan satu bulan kan dapat 150 ribu, cuman 5 ribu perak bagaimana ningkatin," kata Rizal kepada wartawan, Rabu (14/9/2022).

Ia menilai adanya BLT tersebut dianggap tidak mengatasi kemiskinan yang dirasakan masyarakat. Menurutnya, hanya sekedar untuk transportasi saja tidak akan mencukupi.

"Ya enggaklah, bagaimana dengan Rp5 ribu perak perhari bisa mengentaskan kemiskinan? buat uang transport saja tidak cukup kan," tuturnya.

Lebih lanjut, Rizal mengatakan, adanya BLT hanya jadi alat kampanye bagi Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Menurutnya, BLT tak ada manfaatnya.

"Jadi ini alat (pencitraan) untuk Pak Jokowi, alat kampanye dia baik ama rakyat bagi-bagi BLT. Manfaat lainnya nyaris tidak ada," pungkasnya.

BLT Jokowi

Presiden Joko Widodo didampingi Iriana Jokowi menyerahkan bantuan sosial bagi peserta program keluarga harapan atau PKH di Kantor Pos Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (14/9/2022). Bansos yang diserahkan Jokowi berupa bantuan langsung tunai atau BLT BBM, sembako, dan BLT.

Baca Juga: Penting Sebagai Mobilitas Warga, Jokowi Resmikan Jembatan Gantung Penghubung Antar Pulau

"Hari ini kita memberikan lagi BLT BBM di Kabupaten Maluku Tenggara. Di sini memang baru dimulai kurang lebih 100-an tadi, tapi yang akan menerima nanti kurang lebih 4 ribuan," kata Jokowi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI