Suara.com - Hacker Bjorka seolah tak pernah gentar menyerang pemerintah Indonesia dengan berbagai peretasan yang dilakukannya. Ia juga membocorkan sederet data baik data pribadi maupun dokumen negara.
Bjorka awalnya memunculkan "identitas"nya setelah berhasil menjebol 1,3 miliar data pribadi dari pengguna ponsel di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, ia pun menjual 2 juta data sampel dengan harga mencapai $50.000.
Baru-baru ini, Bjorka juga membocorkan data pribadi milik Menkomarves Luhut Pandjaitan, Menkominfo Johnny G.Plate, dan Menko Polhukam Mahfud MD. Peretasan yang dilakukan Bjorka ini ternyata tidak sampai situ. Ia juga mengancam beberapa hal yang membuat pemerintah semakin masif untuk mencegah peretasan data sensitif lainnya. Lalu, apa saja ancaman dari Bjorka? Simak selengkapnya.
1. Ancam akan bocorkan data Pertamina
Bukan hanya data Kominfo, Bjorka pun mengancam akan membocorkan data Pertamina. Hal ini pun dikaitkan warganet dengan kenaikan harga BBM yang signifikan.
"Aku masih tidak memiliki akun Twitter saat ini. Aku masih bersiap untuk membocorkan Pertamina," kata Bjorka dalam channel Telegram, dikutip pada Senin (12/9/2022).
2. Ungkap akan bantu komunikasi dengan Kapolri terkait Sambo
Munculnya kabar burung Bjorka sebagai pengalihan isu terhadap kasus Ferdy Sambo ternyata mendapat bantahan dari Bjorka. Ia pun menuliskan di Twitternya bahwa ia malah akan membantu rakyat untuk menyampaikan suara hati kepada Kapolri terkait kasus ini.
"Jika semua orang mengira aku akan mengalihkan isu Sambo, aku pun bahkan tidak tahu dia siapa. Tapi aku akan membuat @ListyoSigitP mendengarkan suara kalian" tulis Bjorka di akun Twitter barunya, @bjorxanism.
3. Sebut tak akan berhenti untuk meretas data