Mikrofon Anggota Fraksi Demokrat Mendadak Mati saat Tak Setuju Harga BBM Naik, Ricky: Arogansi Ketua DPR

Rabu, 07 September 2022 | 13:34 WIB
Mikrofon Anggota Fraksi Demokrat Mendadak Mati saat Tak Setuju Harga BBM Naik, Ricky: Arogansi Ketua DPR
Mikrofon anggota Fraksi Demokrat mati (twitter/rickyfight)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Mikrofon seorang anggota DPR RI dari Partai Demokrat, Willem Wandik tiba-tiba mati saat menyampaikan interupsi.

Willem saat itu tengah menyampaikan ketidaksetujuan fraksinya mengenai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Video mikrofon Willem Wandik yang tersebut diunggah oleh Deputi Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Ricky Kurniawan Chairul melalui akun Twitterya @RickyFight pada Selasa (6/9/2022).

"Arogansi ketua DPR RI mematikan mic saat anggota DPR RI PD menyatakan pandangannya menolak Kenaikan BBM kembali terjadi," tulis Ricky Kurniawan

Cuita Ricky Kurniawan (twitter.com/RickyFight)
Cuita Ricky Kurniawan (twitter.com/RickyFight)

Pada video tersebut, tampak Willem Wandik tengah menyampaikan pendapat mengenai kenaikan BBM.

"Jika memang alasan kenaikan BBM itu subsidi dirasakan oleh masyarakat mampu, seharusnya pembelian BBM yang diatur agar konsumennya lebih tepat sasaran," ujar Willem.

"Karena itu Fraksi Demokrat menilai pemerintah seharusnya melihat momentum ini untuk tidak memberatkan masyarakat," tambahnya.

Lebih lanjut Willem menyebutkan bahwa Partai Demokrat mendukung pemerintah jika kebijakan serta program pro rakyat dan tepat sasaran.

"Tapi hari ini kebijakan yang diambil pemerintah belum tepat, kebijakan yang diambil justru membebani negara dan mencekik masyarakat," kata Willem.

Baca Juga: Tarif Ojol Naik Per 10 September, Pengemudi Ojol Tetap Suarakan Penolakan Kenaikan Harga BBM

"Oleh karena itu kami mengharapkan pemerintah perlu lakukankajian dan langkah yang tepat, formulasi yang.." ujar Willem yang terpotong karena mikrofonnya mati.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI