2. Ekosistem Air Tawar
Ini adalah ekosistem badan air tetapi bukan yang asin. Ekosistem seperti itu menghuni ikan, reptil, tanaman, serangga, ganggang, jamur, dan lainnya. Ekosistem air tawar selanjutnya terdiri dari dua jenis ekosistem lotik dan lentik. Lentik berarti diam. Dengan demikian, itu berarti ekosistem dengan air yang tenang. Contohnya adalah kolam, danau, dan genangan air.
Namun, di danau, berbagai zona terbentuk seperti pesisir, limnetic dan profundal. Bagian pantai laut dari air disebut sebagai pesisir. Sejumlah besar cahaya dapat melewatinya. Lapisan di bawah pesisir adalah zona limnetic di mana cahaya tidak dapat lewat sepenuhnya. Bagian di mana ada kegelapan total di zona limnetic disebut sebagai zona bentik sedangkan zona di mana sedikit cahaya dapat menembus disebut sebagai zona photic.
Tanaman yang ditemukan di zona ini bervariasi tergantung pada kebutuhan tanaman. Lotic berarti mengalir bebas. Contoh ekosistem lotik adalah sungai dan sungai. Dengan demikian, dengan kekuatan air yang bergerak, tumbuhan dan hewan dalam ekosistem ini telah beradaptasi dengan sendirinya.
3. Ekosistem Laut
Dalam jenis ekosistem ini, air seharusnya asin. Contoh ekosistem laut adalah laut dan lautan. Salah satu ekosistem yang paling melimpah adalah ekosistem laut. Karena populasi ganggang yang besar, ekosistem laut melepaskan sejumlah besar oksigen yang tersedia bagi kita.
4. Ekosistem Buatan
Seperti namanya sendiri, itu adalah buatan manusia yang dapat menjadi ekosistem darat, air tawar atau laut. Terarium adalah ekosistem buatan manusia. Ekosistem buatan dibuat untuk tujuan penelitian, konservasi dan untuk ekologi.
Demikian itu pengertian dan jenis ekosistem yang dialihbahasakan dari researchtweet.com.
Baca Juga: Mengenal Teks Prosedur Kompleks: Pengertian, Struktur, Ciri-ciri dan Contohnya
Kontributor : Mutaya Saroh