Sejarah Peristiwa Rengasdengklok, Kisah Penculikan Soekarno-Hatta Jelang Proklamasi Kemerdekaan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 14:49 WIB
Sejarah Peristiwa Rengasdengklok, Kisah Penculikan Soekarno-Hatta Jelang Proklamasi Kemerdekaan
Rumah Rengasdengklok (Suara.com/Kurniawan Mas'ud).
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Hari kemerdekaan Indonesia akan kembali kita rayakan besok, 17 Agustus 2022. Tahun ini, Indonesia sudah memasuki 77 tahun sejak kemerdekaan pertama kali diungkap ke publik lewat proklamasi yang disampaikan oleh Presiden RI pertama, Ir.Soekarno.

Sejarah kemerdekaan Indonesia ini tidak pernah lepas dari peristiwa Rengasdengklok yang terjadi pada 16 Agustus 1945.

Lantas, bagaimana kronologi peristiwa Rengasdengklok yang masuk dalam detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia?

Kronologi Peristiwa Rengasdengklok

Konflik antara Golongan Tua dan Golongan Muda yang memang telah terjadi jauh sebelum kemerdekaan menemui titik terang untuk segera memerdekakan Indonesia. Hal ini disebabkan karena Jepang diketahui telah kalah dari sekutu dan menyerah tanpa syarat pada 14 Agustus 1945.

Jepang pun sebenarnya merahasiakan kekalahan mereka dari Indonesia, namun salah satu anggota Golongan Muda, Sutan Syahrir mengetahui hal tersebut dan langsung memberitahukan kepada para anggota Golongan Muda. 

Perdebatan pun mulai terjadi ketika Golongan Muda yang diketuai oleh Chairul Saleh mendesak Soekarno dan Moh. Hatta untuk segera memerdekakan Indonesia. Namun, hal tersebut sulit dilakukan karena masih ada pengaruh dari Jepang dengan segala tawaran mereka untuk menunda kemerdekaan Indonesia.

Tak hanya itu, para anggota Golongan Tua pun meminta para Golongan Muda untuk menunggu terlebih dahulu adanya sidang PPKI yang akan memutuskan kapan proklamasi akan dibacakan. Untuk itu, para Golongan Muda pun sepakat untuk mengasingkan Soekarno dan Moh Hatta demi menyegerakan proklamasi.

Para Golongan Muda yang sudah melakukan pertemuan di Pengangsaan Timur Jakarta akhirnya menyetujui untuk mendesak Soekarno dan Moh. Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 16 Agustus 1945.

Baca Juga: Apa Itu Malam Tirakatan 17 Agustus? Ini Susunan Acara dan Doa Lengkap

Dua anggota Golongan Muda, Wikana dan Darwis pun diminta untuk menemui Soekarno dan menyampaikan isi pertemuan mereka sebelumnya. Tak hanya itu, Wikana dan Darwis juga menyampaikan adanya ancaman pergolakan dari masyarakat jika proklamasi kemerdekaan tak kunjung diumumkan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI