Profil Sugeng Teguh Santoso, Ketua Indonesia Police Watch

Rifan Aditya Suara.Com
Jum'at, 12 Agustus 2022 | 20:28 WIB
Profil Sugeng Teguh Santoso, Ketua Indonesia Police Watch
Profil Sugeng Teguh Santoso, Ketua Indonesia Police Watch - Kuasa hukum Jerinx SID, Sugeng Teguh Santoso (mengenakan batik merah) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (18/1/2022). [Adiyoga Priyambodo/Suara.com]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Dari LinkedIn, diketahui Sugeng kerap menangani kasus-kasus perkara korupsi di Pengadilan Tipikor. Salah satunya saat menjadi penasihat hukum Bupati Bogor Rachmat Yasin.

Sugeng juga pernah menjadi penasihat hukum dalam kasus Simon Gunawan Tanjaya,  Komisaris PT Kernell Oil yang didakwa menyuap mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini melalui pelatih golf bernama Deviardi. 

Sebelumnya, Sekretaris Dewan Kehormatan Pusat PERADI ini pernah jadi kuasa hukum Ary Muladi, terpidana kasus percobaan suap terhadap pimpinan KPK dan menghalang-halangi penyidikan KPK.

Sugeng juga tercatat sebagai Direktur Eksekutif LBH Keadilan Bogor Raya yang didirikan tahun 2012 untuk membela rakyat miskin dan kaum marjinal.

Masa Lalu Sugeng Teguh Santoso

Direktur Utama Kantor Hukum Sugeng Teguh Santoso ini memiliki pengalaman pahit ketika masih kecil. Ayahnya yang aktif sebagai aktivis buruh sempat 'menghilang' ketika terjadi pergolakan politik tahun 1965.

Beberapa tahun kemudian, ia dan ibunya bisa kembali bersatu dengan sang ayah ketika pergolakan itu mereda dan mereka hijrah ke Jakarta. 

Ayahnya yang pernah bekerja dan cukup mapan harus bekerja keras melanjutkan hidup sebagai tukang becak di ibu kota. Pengalamannya yang pernah digusur membuatnya membulatkan tekad sebagai pengacara pembela rakyat.

Kini Sugeng tercatat sebagai salah seorang pengacara top di Indonesia dan berhasil mendirikan kantor pengacara atas namanya sendiri. 

Baca Juga: Beredar Video Mengatasnamakan Luhut Binsar Panjaitan Soal Kasus Brigadir J, Jubir Menko Beri Klarifikasi Ini

Jejaknya di organisasi Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), bahkan sangat mencolok. Ia menjabat Sekretaris Jenderal Peradi yang kerap berhadapan dengan ratusan pengacara termasuk dengan yang lebih senior.[

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI