Suara.com - Puasa Asyura menjadi puasa sunnah yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat muslim saat memasuki bulan Muharram. Amalan sunnah ini dikerjakan setiap tanggal 10 Muharram. Artinya sebentar lagi umat Islam dapat mengerjakannya, sehingga penting untuk mengetahui bacaan niat puasa Asyura.
Berdasarkan hadits rasulullah, puasa Asyura yang dikerjakan setelah puasa Tasua dah ditambah lagi dengan mengerjakan puasa pada tanggal 11 Muharram, memiliki keutamaan tersendiri di sisi Allah SWT.
Rasulullah SAW sendiri dalam sebuah hadits menerangkan, bulan terbaik untuk berpuasa selain bulan Ramadan adalah bulan Muharram atau bulan pertama pergantian tahun Hijriah.
Artinya: "Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah - Muharram. Sementara sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam." (HR Muslim).
Sejarah Puasa Asyura
Seperti yang diketahui, bulan Muharram termasuk ke dalam golongan bulan-bulan yang haram (asyhurul hurum). Di bulan Muharram Allah memiliki hari yang paling Mulia dalam Islam, hari tersebut adalah hari Asyura. Banyak kejadian, serta peristiwa penting, yang berhubungan dengan bulan ini.
Seperti namanya, Asyura merupakan hari kesepuluh dari bulan Muharram. Diceritakan, Setelah hijrah dari Makkah menuju Madinah, Nabi Muhammad SAW mengetahui kaum Yahudi dan Naarani sedang berpuasa di hari Asyura, maka beliau juga memerintahkan para sahabat untuk berpuasa Asyura.
Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Abbas radliyallahu 'anh beliau berkata: “Tatkala Nabi Muhammad SAW datang ke kota Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi sedang berpuasa di hari Asyura, lantas beliau bersabda kepada mereka, 'Hari apa yang kalian sedang berpuasa ini?' Mereka menjawab, 'Hari ini adalah hari yang agung. Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya pada hari ini dan menenggelamkan Fir’aun beserta pasukannya. Maka Musa berpuasa pada hari ini sebagai rasa syukur dan kami turut berpuasa.’
Mereka menjawab, 'Hari ini adalah hari yang agung. Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya pada hari ini dan menenggelamkan Fir’aun beserta pasukannya. Maka Musa berpuasa pada hari ini sebagai rasa syukur dan kami turut berpuasa.’
Baca Juga: Keutamaan Hari Asyura dan Amalan Sunnahnya Bagi Umat Muslim
Maka Rasulullah SAW bersabda, 'Maka kami dengan Musa lebih berhak dan lebih utama daripada kalian.’ Maka Rasulullah SAW berpuasa dan memerintahkan berpuasa.” HR Bukhari dan Muslim.