Kuasa Hukum Brigadir J Ungkap Hasil Autopsi Ulang, Ini Temuannya

Selasa, 02 Agustus 2022 | 18:49 WIB
Kuasa Hukum Brigadir J Ungkap Hasil Autopsi Ulang, Ini Temuannya
Sejumlah orang memasukkan peti jenazah almarhum Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J ke dalam ambulance saat pembongkaran makam di Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, Rabu (27/7/2022). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Hasil autopsi ulang terhadap jenazah Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J diungkapkan tim kuasa hukum. Sebagaimana diketahui, autopsi ulang terhadap jenazah Yosua telah berlangsung di Jambi pada Rabu (27/7/2022) lalu.

Yosua tewas usai ditembak Bharada E di Rumah Dinas Irjen Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel) pada Jumat (8/7/2022) lalu. Narasi polisi menyebut, Yosua sempat melakukan dugaan pencabulan dan penodongan senjata api ke istri Ferdy Sambo.

Menanggapi hal tersebut, Kamaruddin Simanjuntak selaku kuasa hukum mengatakan, otak Yosua tidak ditemukan di kepala. Selain itu, ditemukan lem di kepala bagian belakang Yosua.

"Autopsi kedua salah satunya itu, otak tak ditemukan di kepala. Kemudian, ada lem di belakang kepala, lalu rambut dibotak, setelah dibotak ditemukan bekas lem," kata Kamaruddin di Bareskrim Polri, Selasa (2/8/2022).

Hasil autopsi itu, lanjut Kamaruddin didapat dari akta pencatatan medis yang dilakukan pihak keluarga ketika proses autopsi ulang terhadap jenazah Yosua. Dia menyebut, akta itu didapat usai polisi memperbolehkan pihak keluarga Yosua melihat proses autopsi tim forensik.

"Kita cari Ito Herlina Lubis magister kesehatan, satu lagi dokter Martina Aritonang Rajagukguk kami beri surat tugas perwakilan masuk ke dalam ruang operasi itu," beber dia.

Hasil pencatatan utusan dua tenaga medis keluarga itu, ucap Kamaruddin, menjadi keterangan yang tertuang dalam akta. Nantinya, hal itu akan diserahkan kepada penyidik nantinya.

Hasil autopsi ulang juga menunjukkan, ada sesuatu yang ditusukkan ke arah mata. Hanya saja, lanjut dia, setelah dilakukan penyondean ternyata tembus ke arah hidung.

"Lem dicopot, lalu ditusuk ke arah mata, mentok, tak tembus. Lalu, ketika disonde atau ditusuk ke arah hidung tembus," jelas Kamaruddin.

Baca Juga: Diperiksa Bareskrim, Pengacara Bakal Serahkan Catatan Medis dari Keluarga Terkait Hasil Autopsi Ulang Brigadir J

Kamaruddin menduga, Yosua ditembak dari belakang dan menembus ke puncak hidung.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI