Cerita di Balik Raudhah dan Makam Nabi Muhammad SAW

Senin, 01 Agustus 2022 | 09:40 WIB
Cerita di Balik Raudhah dan Makam Nabi Muhammad SAW
Raudhah dan Makam Nabi Muhammad SAW (Dok. MCH 2022)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Setelah berdoa di Raudhah, jemaah haji biasanya melanjutkan untuk berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW. Kemudian, ziarah dilanjutkan ke makam Khalidah Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar bin Khattab.

Kemudian, jemaah biasanya melanjutkan ziarah menuju komplek pemakaman Baqi. Para sahabat lain Rasulullah dikebumikan di makam yang terletak di 500 meter sebelah Barat Daya Masjid Nabawi tersebut.

Di lokasi tersebut, dimakamkan jenazah sahabat dan sejumlah keluarga Rasulullah. Sebut saja, As'ad bin Zararah, Utsman bin Mazoun, Abdurrahman bin Auf, dan Sa'ad bin Abi Waqqas. Sedangkan dari keluarga Rasulullah di antaranya Aisyah, Fatimah az-Zahra, Ruqayyah, Zainab, dan Ummi Kultsum.

"Dalam suatu riwayat disebutkan, sesungguhnya sayyidah ‘Aisyah berkeinginan untuk dimakamkan didekat Rasulullah SAW. Namun, ternyata sahabat Umar bin Khattab memiliki keinginan yang sama. Saat sakit yang menyebabkan kematiannya, beliau mengutus putranya Abdullah bin Umar untuk menyampaikan pesan kepada sayyidah ‘Aisyah agar ia bisa dimakamkan di samping makam Rasulullah SAW. dan makam Abu Bakar," tulis Nasrullah Jasam.

Sayyidah ‘Aisyah pun menjawab: “sesungguhnya saya ingin di makamkan disamping makam rasulullah SAW. dan makam ayahku, tetapi aku mengutamakan Umar daripada diriku”.

Ketika Abdullah bin Umar mengabarkan berita gembira tersebut kepada ayahnya, Umar pun berkata: “segala puji bagi Allah, tidak ada sesuatu yang lebih penting bagiku dari kabar gembira ini”.

"Seperti itulah kecintaan sahabat Umar bin Khattab kepada Rasulullah SAW. Setelah meninggal pun, beliau enggan jauh-jauh dari Rasulullah SAW," tulis Nasrullah.

Raudhah dan makam Rasulullah SAW dikenal sebagai tempat yang mustajab. Di salah satu, tiang menuju makam Rasulullah SAW, tertulis bait syair dari seorang Arab badui, syair tersebut berbunyi: "Wahai orang yang tulang belulangnya dikubur di tanah datar. Berkat keharumannya, tanah rata dan bukit semerbak mewangi. Diriku jadi tebusan untuk kuburan yang engkau tinggal di dalamnya. Di dalam kuburmu terdapat sifat bersih dan kedemawanan

Sya’ir ini didendangkan ketika ia berziarah ke makam Rasulullah SAW “menagih” janji Allah SWT. yang terdapat dalam surat An Nisâ ayat 64: “...Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”.

Baca Juga: Cuaca Panas, Jemaah Haji via Madinah Diterbangkan Malam Hari

Setelah membaca surat ini, dia berkata: “aku datang kepadamu untuk meminta ampun terhadap dosaku dengan meminta syafa’at kepadamu agar Allah mengampuni dosa-dosaku.” Setelah itu, dia mendendangkan syair di atas.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI