Suara.com - Sedikitnya 20 orang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka dalam insiden serangan bom terpisah pada Rabu (27/7/2022) waktu setempat di Somalia selatan, kata pihak polisi.
Seorang petugas polisi di kota Marka di wilayah Shabelle Bawah mengatakan melalui telepon bahwa seorang pelaku pembom bunuh diri menewaskan 13 orang, termasuk walikota, Abdullahi Ali Wafow, serta penjaga keamanan dan warga sipil.
Beberapa orang lainnya yang terluka dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.
Marka, 90 kilometer (55 mil) dari ibu kota Somalia, Mogadishu, adalah kota besar yang menampung beberapa kontingen misi penjaga perdamaian Uni Afrika.
Serangan itu terjadi di dekat markas administrasi Marka.
Abdiaziz Laftagareen, presiden Negara Bagian Barat Daya, mengutuk pemboman bunuh diri dan pembunuhan walikota, menyebutnya "salah satu pegawai negeri terbaik" di negara itu.
Kelompok teroris Al-Shabaab mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Di wilayah yang sama, ledakan ranjau darat mengguncang pasar ternak yang sibuk di kota Afgoye, menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai lebih dari 14 lainnya, menurut pejabat keamanan regional di Lower Shabelle.
Serangan di Afgoye juga menghancurkan bangunan dan toko di dekatnya, menurut Mohamed Hassan, seorang saksi mata yang berbicara kepada Anadolu Agency melalui telepon.
Baca Juga: Kisah Pilu Bocah Somalia, Menyamar Jadi Siswa Sekolah Demi Sebungkus Makanan
Afgoye terletak 30 kilometer (18 mil) barat daya Mogadishu.