Adapun sebelum melaksanakan tugasnya, para sopir truk Pertamina terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan. Berdasarkan pengecekan terhadap sang sopir yang kini jadi tersangka, dinyatakan kondisi kesehatannya layak untuk berkendara.
"Sebelum mereka bekerja biasanya kita lakukan pengecekan kesehatan dan dari pengecekan kita, kondisi sebelum bekerja mereka fit dan siap bekerja," lanjut Alfian.
3. Sempat teriak ketakutan dan minta tolong
Seorang saksi mata mengungkap bahwa sang sopir sempat minta tolong ketika kecelakaan beruntun tersebut terjadi. Sang sopir berteriak agar dirinya dibantu diamankan ke polsek terdekat.
"Jadi dia (sopir truk tangki Pertamina) langsung lari ke saya minta diamankan untuk segera dibawa ke Polsek, sambil teriak-teriak," kata Kunto, seorang saksi saat ditemui di lokasi, Selasa (19/7/2022).
Sontak, Kunto menenangkan sang sopir agar sabar menunggu polisi tiba di lokasi.
4. Resmi ditetapkan sebagai tersangka
Sang sopir beserta kernet truk Pertamina tersebut kini resmi dinyatakan sebagai tersangka oleh kepolisian.
Pihak Polda Metro Jaya yang mengusut kasus kecelakaan tersebut menyatakan dugaan sementara biang kerok kecelakaan maut tersebut adalah truk mengalami rem blong sehingga tak kuasa berhenti dan menabrak beberapa kendaraan didepannya.
"Polda Metro Jaya telah menetapkan dua orang tersangka terkait kasus ini. Pertama terhadap saudara Supadi yakni sopir truk tanki BBM tersebut. Kedua Kasira, ini kernet truk tanki BBM tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan kepada wartawan, Selasa (19/7/2022).