Ramai-ramai Beralih ke Kompor Induksi, Warga dan UMKM di Bali Beberkan Keunggulannya

Jum'at, 15 Juli 2022 | 19:05 WIB
Ramai-ramai Beralih ke Kompor Induksi, Warga dan UMKM di Bali Beberkan Keunggulannya
Ilustrasi penggunaan kompor induksi. (Dok: PLN)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

“Biasanya sebulan dua tabung. Beli satu tabung, Rp19 ribu kalau di sini. Belinya di warung, jadi Rp38 ribu sebulan. Biaya listrik buat masak lebih kecil dari Rp38 ribu. Kompor LPG sudah tidak dipakai lagi,” jelasnya.

PLN sendiri, sejak Maret tahun ini telah mulai gencar melakukan sosialisasi konversi kompor induksi di berbagai daerah. Di Bali secara khusus, ada 10 desa yang menjadi proyek percontohan, diantaranya Desa Renon, Desa Panjer, Desa Sesetan, Desa Pedungan, Desa Pemogan, Desa Serangan, Desa Sidakarya, Desa Sanur Kauh, Desa Sanur, dan Desa Sanur Kaja.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, program konversi kompor ini dilakukan PLN sebagai upaya meningkatkan ketahanan energi nasional dan mengurangi beban negara atas impor LPG yang tiap tahun naik.

"Melalui konversi kompor ini langsung bisa menyelesaikan tiga persoalan sekaligus. Mengurangi ketergantungan impor LPG dengan energi berbasis domestik, yaitu listrik dan juga mengurangi beban APBN yang selama ini untuk mensubsidi LPG ini," ujarnya.

Ketiga, kata Darmawan langkah konversi kompor ini sejalan dengan misi KTT G20 yaitu, transisi energi. Dengan menggunakan kompor induksi maka emisi gas buang yang dihasilkan dari kompor induksi ini jauh lebih rendah dibandingkan kompor LPG.

"Kita ingin membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia ini betul betul komitmen mengurangi emisi karbon. Bahkan dengan konversi kompor ini menjadi bukti, bahwa Indonesia sampai kepada masyarakatnya juga aware atas keberlangsungan iklim," ujar Darmawan.

Tahun ini, PLN melakukan pilot project konversi kompor LPG ke kompor listrik di dua kota, yaitu Surakarta dan Bali. Pada tahap pertama ini, ada 2.000 masyarakat yang akan merasakan manfaat dari konversi ini.

Pada tahun ini, PLN akan menyasar 300.000 pelanggan lagi yang tersebar di beberapa kota. Harapannya di tahun 2025 mendatang 15,3 juta pelanggan bisa beralih dari kompor LPG ke kompor induksi.

Baca Juga: Bank Dunia dan AIIB Kasih Utang Rp8,7 Triliun ke Indonesia Buat Proyek PLTA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI