Usai tamat SMA, Boediono merantau ke Australia dan mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Western Australia.
Dikutip dari laman resmi Kemenkeu, Boediono memperoleh gelar Bachelor of Economics dari perguruan tinggi tersebut dan melanjutkan studinya ke Universitas Monash demi mendapat gelar Master of Economics.
Tak puas menimba ilmu, Boediono melanjutkan pendidikannya ke tingkat S3 dan memperoleh (Ph.D.) dalam bidang ekonomi dari Wharton School, Universitas Pennsylvania.
Jadi guru besar di UGM hingga gubernur BI
Kembali mengutip laman Kemenkeu, Boediono kemudian mengabdi dengan menjadi dosen dan guru besar disiplin ilmu ekonomi di Universitas Gadjah Mada sebelum dirinya terjun ke pemerintahan.
Selain jadi guru besar, Boediono menjabat beberapa posisi penting di berbagai lembaga keuangan. Ia diangkat menjadi Gubernur Bank Indonesia pada 2008 silam.
Jabat segudang kementerian
Boediono akhirnya dipanggil masuk ke pemerintahan dengan diangkat menjadi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional pada tahun 1998 dalam Kabinet Reformasi Pembangunan di bawah kepemimpinan BJ Habibie.
Pada 2001 silam, ia diangkat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) pada tahun 2001 dalam Kabinet Gotong Royong semasa kepresidenan Megawati Soekarnoputri.
Baca Juga: Wawancara Sosok Penjabat Ini, Bikin Najwa Shihab Haus
Saat menjabat sebagai Menkeu ia dinilai berhasil menstabilkan nilai tukar Rupiah dengan Dollar yakni Rp 9000 untuk 1 USD.