Staf maskapai penerbangan menjelaskan kepada Reuters bahwa Rajapaksa mengenakan pakaian hitam, terbang dengan kelas bisnis bersama istri dan dua pengawalnya, dan tampaknya seperti "pendiam" dan "ramah".
Kementerian Luar Negeri Singapura memastikan Rajapaksa telah memasuki negara itu dalam kunjungan pribadi, dan tidak mencari atau diberikan suaka.
Tidak jelas di mana tujuan akhir mantan presiden itu. Pejabat di Maladewa awalnya menyebutkan bahwa dia berencana melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi, tapi hanya dapat mengkonfirmasi pemberhentian pertamanya di Singapura.
Keputusan Rajapaksa pada hari Rabu (13/07) untuk menjadikan sekutunya, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe, sebagai penjabat presiden telah memicu aksi demo yang lebih luas.
Para demonstran bahkan menyerbu gedung parlemen dan kantor Perdana Menteri menuntut agar dia juga mundur.
Sebelumnya pada hari Kamis, pemerintah memberlakukan jam malam di Kolombo dan sekitarnya yang akan berlangsung hingga jam 5 pagi pada hari Jumat, dan pengunjuk rasa menarik diri dari istana presiden setelah menguasainya selama akhir pekan.
Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari ABC News.