Sontak saja undangan tersebut mencuri perhatian banyak warganet dan tentu menuai perdebatan. Sebagian ternyata setuju dengan undangan tersebut, namun beberapa lainnya menilai pernikahan itu tak sesuai dengan kaidah mengadakan pesta pada umumnya.
"Tolong dinormalisasi," komentar warganet.
"Orang Cina dan Korea sebenarnya juga mirip-mirip kayak gini. Tamunya bayar per meja/kepala yang datang. Jadi mejanya memang untuk dia doang, dari awal sampai akhir acara," tutur warganet.
"Aku sih yes," ujar warganet lain.
"Ini sih berlawanan dari sunah ya. Kalau buat resepsi kan niatnya berbagi makanan, mau 100 porsi apa 1000 porsi. Lagian tamu kan juga udah bayar," imbuh warganet lain yang kontra, merujuk pada amplop yang diberikan tamu.
"Kalau nggak ada duit tuh nggak usah buat. Resepsi kan sebenernya sedekah aja.. kalo mau duitnya balik ya jangan dijadiin bisnis kayak gini dong," kritik warganet lain.
"Mau kawin apa bikin bisnis sih?" timpal yang lainnya.
Namun pro dan kontra ini sebenarnya tidak perlu diperpanjang. Sebab belakangan sudah terungkap undangan pernikahan nyeleneh tersebut hanyalah rekayasa, sebagaimana sudah dikonfirmasi juga oleh pengelola tempat acara.
Duh, ada-ada saja ya.
Baca Juga: Video Viral Debt Collector Berani Rampas Mobil Warga di Depan Mapolres Bengkulu