Cara Menentukan Arah Kiblat Pakai Google Maps, Ada Pergeseran 15 dan 16 Juli

Selasa, 12 Juli 2022 | 15:09 WIB
Cara Menentukan Arah Kiblat Pakai Google Maps, Ada Pergeseran 15 dan 16 Juli
Ilustrasi Google Maps - cara menentukan arah kiblat pakai google maps (Pixabay/albersHeinemann)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Kementerian Agama mengimbau umat Muslim di Indonesia mengecek ulang arah kiblat karena akan mengalami pergeseran. Anda bisa mencoba cara menentukan arah kiblat dengan Google Maps agar tak bingung.

Fenomena pergeseran arah kiblat itu disebut peristiwa Istiwa A'zam atau Rashdul Kiblat. Peristiwa ini terjadi ketika matahari melintas tepat di atas Ka'bah sehingga bayangan benda berdiri tegak lurus ke Ka'bah.

Fenomena ini terjadi pada 15 dan 16 Dzulhijjah atau tepat pada 15 dan 16 Juli 2022. Hal ini menyebabkan adanya pergeserah arah kiblat, sehingga umat Muslim diimbau untuk memeriksa kembali arah kiblat.

Meski demikian, Anda tidak perlu khawatir mengenai arah kiblat yang bergeser. Anda cukup memeriksa ulang arah kiblat, salah satunya dengan memanfaatkan Google Maps.

Cara Menentukan Arah Kiblat Pakai Google Maps

Untuk mengetahui arah kiblat dengan memanfaatkan teknologi Google Maps, Anda hanya perlu mengikuti panduan di bawah ini.

1. Buka laman Google Maps melalui browser di HP atau komputer dan laptop.

2. Ubah tampilan peta Google Maps menjadi mode Satelit dengan cara klik kotak dengan tulisan satelit di kiri bawah

3. Tuliskan kata Ka'bah, Mekkah Arab Saudi di kolom Telusuri, lalu klik Enter. Selanjutnya klik kanan persis di atas Ka'bah (bukan di Masjidil Haram), pilih opsi Ukur Jarak

Baca Juga: 3 Cara agar Terhindar dari Membicarakan Keburukan Orang Lain

4. Cari posisi yang akan ditentukan arah kiblatnya. Untuk mengetahui posisi saat ini, Anda bisa memilih ikon lokasi. Pastikan lokasi sudah tepat dengan tempat Anda berada saat ini

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI