Suara.com - Indonesia ajak negara G20 bangkit bersama dari badai COVID-19. Indonesia satu dari sedikit negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi saat badai COVID-19.
Hanya saja Indonesia mampu melanjutkan tren positif dengan mencapai pertumbuhan 5,1 persen pada Q1 2022.
Hal itu dijelaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Indonesia mampu melanjutkan tren positif dengan mencapai pertumbuhan 5,1 persen pada Q1 2022.
"Indonesia meminta dukungan Anda untuk memastikan dunia pulih bersama, sehingga kita semua dapat berdiri lebih kuat menghadapi tantangan ke depan," kata Airlangga lewat keterangannya di Jakarta, Minggu.
Ekspor Indonesia tercatat tumbuh sebesar 16,2 persen dan neraca perdagangan Indonesia mencapai 16,89 miliar dolar AS atau tertinggi dalam 15 tahun terakhir.
Hal tersebut diungkap Airlangga dalam sambutannya secara virtual pada pembukaan 2nd Sherpa Meeting atau Pertemuan Sherpa ke-2 di Labuan Bajo, NTT.
Kemajuan itu memungkinkan Indonesia untuk merebut kembali statusnya sebagai negara berpenghasilan menengah ke atas.
Meskipun demikian, jika hanya sekedar pulih perekonomiannya, tentu saja tidak ada artinya.
Baca Juga: Rekor Pertandingan Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar, Skuad Garuda Unggul
Pada kesempatan tersebut, Airlangga berharap negara-negara anggota G20 atau Group of Twenty (G20), sebagai forum ekonomi global utama, harus bertindak bersama untuk mengatasi tantangan global yang multidimensi dan saling terkait.