Tak hanya itu, salah satu anggota parlemen Neil Parish juga mengundurkan diri dari jabatannya setelah mengaku sempat kedapatan menonton video porno di kantor parlemen.
Skandal terbaru yang terjadi pada parlemen pimpinan Johnson adalah pelecehan seksual yang dilakukan oleh Wakil Ketua Dewan Pemantau Partai Konservatif Inggris, Chris Pincher yang terbukti melecehkan dua orang pria Inggris di sebuah klub. Hal ini menambah daftar kotor skandal terburuk yang pernah terjadi selama pemerintahan Inggris berlangsung.
4. Para menteri mundur dalam 24 jam
Dampak besar akibat tingkah Johnson pun terjadi pada kabinetnya. Satu persatu menteri di kabinet pimpinannya melayangkan surat pengunduran diri dari jabatan mereka masing-masing.
Sebut saja yang terbaru sepeeti Menteri Sekolah Robin Walker, Menteri Ekonomi pada Kementerian Keuangan John Glen, Menteri Negara pada Kementerian Keadilan, serta Menteri Lingkungan Jo Churchill yang mengajuka pengunduran diri dari jabatan mereka karena memegang teguh mosi tidak percaya kepada Johnson akibat rentetan masalah yang terjadi. Hingga saat ini, total 44 menteri sudah mengajukan pengunduran diri dari jabatan mereka.
5. Pertahankan posisi dari mosi tidak percaya
Kasus pengunduran diri dan mosi tidak percaya ini ternyata tidak menghentikan langkah Johnson. Ia mengaku tetap akan mempertahankan jabatannya karena merasa di saat saat inilah jabatannya dipertaruhkan dan akan menunjukkan bagaimana kebijaksanaan yang ia miliki demi kedaulatan negara Inggris
6. Diberitakan Jadi Calon Presiden Amerika Serikat
Di tengah panasnya situasi pemerintahan Inggris, Boris Johnson malah diberitakan menjadi salah satu calon kuat pengganti Joe Biden di masa depan. Hal ini diperkuat dengan survei yang dilakukan oleh sebuah institut demokrasi di Amerika Serikat yang mengungkap bahwa status Boris yang sebelumnya sempat berkewarganegaraan Amerika Serikat sebelum akhirnya melepaskan kewarganegaraan tersebut karena terpilih sebagai PM Inggris menunjukkan hasil survei yang memastikan nama Boris masuk dalam jajaran calon pemimpin Amerika Serikat. Hal ini menambah keruh suasana pemerintahan Inggris.
Baca Juga: Dihantam Gelombang Resign Pejabat Inggris, PM Boris Johnson: Saya Tak Akan Mundur!
7. Boris Johnson Tak Akan Mundur