Ini Penyebab Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia, Kenali Gejala Infeksi Paru-paru

Sabtu, 02 Juli 2022 | 09:39 WIB
Ini Penyebab Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia, Kenali Gejala Infeksi Paru-paru
Penyebab Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia, Kenali Gejala Infeksi Paru-paru (Instagram/@tjahjo_kumolo)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Kabar duka datang dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo, ia meninggal dunia hari ini Jumat 1 Juli 2022, pukul 11.10 WIB, di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat. Lantas apa penyebab Tjahjo Kumolo meninggal dunia

Diketahui Tjahjo Kumolo sebelumnya telah dirawat secara intensif selama dua pekan terakhir. Sebelum meninggal Tjahjo dikabarkan telah membaik selama menjalani perawatan di Rumah Sakit Abdi Waluyo. Lantas apa penyebab Tjahjo Kumolo meninggal dunia?

Putri kandung Tjahjo Kumolo, Rahajeng Widyaswari mengungkap penyebab Tjahjo Kumolo meninggal dunia. Dia mengatakan sang ayah sakit karena terdapat infeksi yang menyebar hingga ke paru-paru. 

"Ada infeksi yang menyebar hingga ke paru-paru," kata Rahajeng. 

Infeksi paru-paru sendiri bukanlah penyakit yang dapat dianggap remeh. Pada kondisi yang parah infeksi ini bahkan dapat menyebabkan seseorang meninggal dunia. 

Adapun infeksi paru-paru atau pneumonia merupakan infeksi yang menyerang bagian kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru. Infeksi ini kemudian dapat menyebabkan penumpukan nanah dan dahak. Akibatnya saluran udara akan membengkak dan penderita mengalami sesak napas. 

Dihimpun dari berbagai sumber, terdapat tiga jenis infeksi paru-paru yang sering menyerang yaitu bronkitis, pneumonia, dan bronkiolitis. Ketiga jenis itu daoat disebabkan karena adanya virus dan bakteri yang menyerang paru-paru. 

Jenis mikroorganisme yang menyerang bronkitis di antaranya yaitu: 

• Virus influenza atau virus pernapasan syncytial (RSV). 

Baca Juga: Tiba di Indonesia, Jokowi dan Iriana Takziah ke Rumah Duka Tjahjo Kumolo

• Bakteri Mycoplasma pneumoniae, Chlamydia pneumoniae, dan Bordetella pertussis. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI