Sejarah Holywings, Restoran yang Cara Promosinya Menuai Kontroversi

Rifan Aditya Suara.Com
Sabtu, 25 Juni 2022 | 13:21 WIB
Sejarah Holywings, Restoran yang Cara Promosinya Menuai Kontroversi
Sejarah Holywings, Restoran yang Cara Promosinya Menuai Kontroversi - Suasana di Holywings Tavern, Kemang, Jakarta Selatan, tampak sepi pasca pembekuan izin usaha oleh Pemprov DKI Jakarta buntut kasus kerumunan, Selasa (7/9/2021). [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Baru-baru ini, restoran Holywings tengah menarik perhatian publik. Pasalnya, restoran tersebut mempromosikan minuman beralkohol yang ditujukan kepada orang yang memiliki nama Muhammad dan Maria. Seperti apa sejarah Holywings ini berdiri?

Banyak orang geram dengan cara promosi Holywings tersebut. Sejalan dengan kabar tersebut, sejumlah orang pun penasaran dengan sejarah Holywings.

Tak dapat dipungkiri, kejadian tersebut membuat nama Holywing mencuat kembali. Restoran kekinian yang pemilik sahamnya yaitu Nikita Mirzani dan Hotman Paris ini memang beberapa kali menarik perhatin publik.  

Hal ini juga membuat sejumlah orang penasaran terkait sejarah Holywing. Lantas, bagaimana sejarahnya? Mari simak ulasannya berikut ini.

Sejarah Holywings

Holywings yang berdiri tahun 2014 ini menaungi beer house, klab malam, dan lounge. Dibalik kesuksesannya, Holywings memulai bisnisnya dari sebuah kedai nasi goreng bernama Kedai Opa yang berada di kawasan Kelapa Gading (Jakarta Utara).

Melalui kanal YouTube Holywings, Ivan Tanjaya selaku Co-Founder Holywings menyampaikan bahwa bisnis kulinernya ini dimulai bersama dengan Eka Setia Wijaya. Sebelum debut dengan nama Holywing, bisnis kulinernya tersebut bernama kedai Opa yang menu utamanya adalah nasi goreng.

Kedai Opa dulu berada di ruko di kawasan Kelapa Gading. Hanya saja, bisnis yang bangun Ivan dan Eka ini hanya mampu bertahan tiga bulan karena mengalami kesulitan untuk berkembang. Keuntungan yang diperoleh puh terus menurun.

Hingga akhirnya, mereka berdua memutuskan untuk mencari jalan lain agar bisnis kulinernya tetap bisa jalan dengan mengubah konsep. Untuk mengembangkan konsep barunya ini,  Ivan dan Eka menggaet tiga rekannya juga. Bisnis tersebut pun kemudian diberi nama Holywings.

Baca Juga: Polisi Tetapkan 6 Tersangka Kasus Promosi Miras Holywings, Ancaman 10 Tahun Penjara

Setelah bisnis kulinernya tersebut berganti konsep, tanpa diduga kalau konsep bisnis terbarunya tersebut sukses menarik pelanggan  dan bahkan menyebar ke berbagai kawasan di Jakarta maupun sekitarnya. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI