Banyak yang dari Parpol, Pengamat Sebut Kabinet Jokowi Hasil Reshuffle Bergeser Pada Praktik Transaksi Politik

Kamis, 16 Juni 2022 | 12:27 WIB
Banyak yang dari Parpol, Pengamat Sebut Kabinet Jokowi Hasil Reshuffle Bergeser Pada Praktik Transaksi Politik
Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi menunjuk Ketum PAN Zulkifli Hasan menjadi Menteri Pedagangan dan mantan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Perombakan kabinet atau reshuffle yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (15/6/2022) kemarin cenderung transaksional.

Pernyataan itu disampaikan pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa. Dia menyebut masuknya menteri baru kebanyakan dari partai politik.

"Terlihat transaksional, ada bargaining politik misalnya saja Mendag adalah Ketum Parpol, atau Wamendagri ternyata politisi PDI Perjuangan, sudah jelas ini politis," ujar Herry kepada Suara.com, Kamis (16/6/2022).

Ditambah lagi kata Herry, posisi Wamenaker diisi oleh politisi Partai Bulan Bintang (PBB).

"Wamenaker ini sejak dulu cenderung kontraproduktif malah diisi oleh politisi, pasti hasilnya bisa ditebak," kata Herry.

Tak hanya itu, Herry juga menyayangkan kabinet Jokowi saat ini telah jauh dari nilai-nilai profesionalisme dan independensi.

"Kabinet Jokowi hasil resuffle telah bergeser pada praktik transaksi politik ketimbang menempatkan figur yang tepat pada tempat yang benar," kata dia.

Kendati demikian, Herry mendorong figur yang baru terpilih masuk di jajaran kabinet Jokowi fokus pada perbaikan kinerja serta memberikan manfaat kepada kesejahteraan rakyat.

"Yang paling utama adalah mereka yang terpilih benar-benar fokus pada perbaikan kinerja Pemerintahan khususnya peningkatan kesejahteraan rakyat," ucap Herry.

Baca Juga: Diisukan Dekat dengan Kaesang, Erina Gudono Ternyata Pernah Liburan ke Bali Bareng Keluarga Presiden Jokowi

Lebih lanjut, Herry menilai resuffle kabinet kali ini lazim terjadi dan dianggap biasa saja dalam sistem demokrasi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI