Resmi Jadi Kemendag, Legislator DPR RI Minta Zulhas Segera Benahi Internal Usai Dirjen Daglu Jadi Tersangka

Kamis, 16 Juni 2022 | 11:12 WIB
Resmi Jadi Kemendag, Legislator DPR RI Minta Zulhas Segera Benahi Internal Usai Dirjen Daglu Jadi Tersangka
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meninjau minyak goreng curah di Pasar Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (16/6/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Anggota Komisi VI DPR Subardi meminta Zulkifli Hasan selaku Menteri Perdagangan untuk melakukan pembenahan di internal Kementerian Perdagangan.

Pembenahan itu dirasa perlu dilakukan menyusul adanya pejabat tinggi di Kemendag, yakni Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri yang menjadi tersangka dugaan kasus suap pemberian izin ekspor crude palm oil atau minyak sawit mentah.

"PR-nya, pertama pembenahan internal Kemendag. Kita tahu satu Dirjen jadi tersangka urusan ekspor impor minyak," kata Subardi kepada wartawan, Kamis (16/6/2022).

Selain pekerjaan rumah di internal, Subardi meminta Zulhas untuk memantau mekanisme pasar.

"Kedua distribusinya, itu jangan dilepas ke mekanisme pasar, harus dikontrol negara. Bagaimanapun masalah bahan pangan harus segera dituntaskan. Apalagi sekarang semua bahan pangan naik," kata Subardi.

Menurut Subardi, Zulhas harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan DPR. Ia berharap Zulhas dapat bersinergi dengan Komisi VI selaku mitra kerja.

"Minggu lalu Kemendag baru Raker dengan Komisi VI, bahas pagu indikatif 2023. Mungkin dalam waktu dekat akan raker lanjutan.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Sarmuji mengingatkan masih banyak hal yang harus diselesaikan oleh Kementerian Perdagangan selepas ditinggal M. Lutfi.

Karena itu, ia mengingatkan Zulkifli Hasan selaku Menteri Perdagangan yang baru dilantik untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan.

Baca Juga: Sehari Setelah Dilantik Kunjungi Pasar Cibubur, Mendag Zulhas Janji Berangkatkan Umroh Dua Pedagang Sembako

"Pak menteri banyak hal yang harus diselesaikan. Yang utama tentang stabilitas harga khususnya harga bahan pokok. Apalagi ada ancaman krisis pangan global yang bisa merembet ke negara kita," kata Sarmuji kepada wartawan, Rabu (15/6/2022).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI