Disambut Syukur Terawan, 5 Fakta Vaksin Nusantara Masuk Jurnal Internasional

Selasa, 31 Mei 2022 | 16:12 WIB
Disambut Syukur Terawan, 5 Fakta Vaksin Nusantara Masuk Jurnal Internasional
Ilustrasi Mantan Menkes Terawan. (Dok. Ilustrasi Suara.com oleh Iqbal)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto telah mengumumkan jurnal internasional yang membahas terkait vaksin Nusantara. Jurnal itu telah dipublikasikan secara internasional oleh Taylor and Francis.

Tulisan yang bertajuk "Dendritic cell vaccine as a potential strategy to end the Covid-19 pandemic. Why should it be Ex Vivo?" tersebut diterbitkan pada 26 Mei 2022 secara daring.

Jurnal yang diterbitkan secara online tersebut merupakan versi digital dari Taylor and Francis, sebuah perusahaan multinasional Britania Raya yang biasa menerbitkan jurnal buku dan jurnal akademik.

Terawan mengungkapkan rasa syukurnya, karena vaksin Nusantara sudah dipublikasikan secara internasional dan semua orang bisa mempelajari vaksin tersebut guna kemajuan kesehatan dunia.

Bagaimana cara kerja vaksin Nusantara? Siapa saja kah yang pernah mendapatkan vaksin Nusantara? Berikut adalah fakta-faktanya:

1. Vaksin dikembangkan dengan pendekatan sel dendritik

Terawan menjelaskan jika vaksin Nusantara dikembangkan dengan cara pendekatan sel dendritik.

Cara kerja vaksin Nusantara adalah setiap orang akan diambil sampel darahnya. Selanjutnya, sampel darah itu akan dipaparkan dengan kit vaksin yang dibentuk dari sel dendritik.

Setelah itu sel yang telah mengenal antigen akan diinkubasi selama 3-7 hari. Hasilnya kemudian akan diinjeksikan kembali dalam tubuh.

Baca Juga: Kemenkes Paparkan 3 Syarat Indonesia Bisa Berstatus Endemi COVID-19

Di sana sel dendritik diharapkan akan memicu sel-sel imun lain untuk membentuk sistem pertahanan memori terhadap SARS CoV-2.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI