Sejarah Gedung Kura-Kura DPR yang Butuh Rp 4,5 Miliar Buat Pengecatan Atapnya

Farah Nabilla Suara.Com
Jum'at, 20 Mei 2022 | 11:00 WIB
Sejarah Gedung Kura-Kura DPR yang Butuh Rp 4,5 Miliar Buat Pengecatan Atapnya
Proses pembangunan Gedung Nusantara. [Foto: MPR.go.id]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Pembangunan yang baru jalan beberapa bulan pada akhirnya harus terhambat. Hal itu tak lepas dari masalah yang mendera bangsa Indonesia tahun 1965.

Peristiwa G30S/PKI itu sempat menghambat laju pembangunan gedung untuk CONEFO. Setelah kasus itu lewat, pembangunan pun dilanjutkan lagi pada 9 November 1966.

Pembangunan dilanjutkan berdasarkan SK Presidium Kabinet Ampera Nomor 79/U/Kep/11/1966. Namun, peruntukannya bukan lagi buat acara CONEFO namun diubah menjadi Gedung MPR/DPR RI. Pembangunan pada akhirnya selesai pada 1 Februari 1983. 

Bukan Kura Kura

Meski cukup dikenal dengan sebutan gedung kura-kura, karena bentuknya yang mirip punggung kura-kura, sebenarnya desain itu bukan terinspirasi dari hewan yang jalannya lambat tersebut.

Bentuk dari dome Gedung Nusantara sebenarnya melambangkan kepakan sayap burung yang akan lepas landas. Proyek pembangunan gedung ini melibatkan puluhan ribu pekerja.

Penantian panjang akan hadirnya sebuah gedung mewah akhirnya terbayar 17 tahun kemudian. Pembangunan gedung mewah ini selesai pada 1 Februari 1983. 

Kontributor : Lukman Hakim

Baca Juga: Perawatan Gedung Kura-Kura DPR Habiskan Anggaran Rp4,5 Miliar

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI