Profil Ramos Horta, Presiden Kelima Timor Leste, Peraih Nobel Perdamaian Hingga Pernah Mau Dibunuh

Jum'at, 20 Mei 2022 | 09:04 WIB
Profil Ramos Horta, Presiden Kelima Timor Leste, Peraih Nobel Perdamaian Hingga Pernah Mau Dibunuh
Presiden terpilih Timor Leste José Ramos Horta menjawab pertanyaan saat wawancara di kawasan Pantai Largo de Lecidere, Dili, Timor Leste, Selasa (17/5/2022). ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Ramos Horta merupakan pendiri dan mantan anggota Fretelin. menjabat sebagai juru bicara perlawanan Timor Leste selama tahun-tahun Pendudukan Indonesia di Timor Timur (1975–1999). Sementara ia terus bekerja dengan Fretilin, Ramos-Horta mengundurkan diri dari partai pada tahun 1988, menjadi politisi independen.

Setelah Timor Leste mencapai kemerdekaan pada tahun 2002, Ramos-Horta diangkat sebagai menteri luar negeri pertama negara itu.

Jabatan itu ia jabat hingga pengunduran dirinya pada 25 Juni 2006, di tengah gejolak politik. Pada tanggal 26 Juni, setelah pengunduran diri Perdana Menteri Mari Alkatiri, Ramos-Horta diangkat sebagai penjabat Perdana Menteri oleh Presiden Xanana Gusmão.

Dua minggu kemudian, pada 10 Juli 2006, ia dilantik sebagai Perdana Menteri kedua Timor Leste. Ia terpilih sebagai Presiden pada tahun 2007. Pada 11 Februari 2008, Ramos-Horta ditembak dalam percobaan pembunuhan.

Setelah meninggalkan jabatannya sebagai Presiden pada 2012, Ramos-Horta diangkat sebagai Perwakilan Khusus PBB dan Kepala Kantor Pembangunan Perdamaian Terpadu PBB di Guinea-Bissau (UNIOGBIS) pada 2 Januari 2013.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI