Bagaimana Taliban Kebiri Hak Perempuan di Afganistan

Rabu, 11 Mei 2022 | 14:30 WIB
Bagaimana Taliban Kebiri Hak Perempuan di Afganistan
DW
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Taliban kembali memangkas hak perempuan dengan mewajibkan jilbab di ruang publik. Restriksi datang silih berganti seiring surutnya perhatian dunia internasional. Perempuan Afganistan kini sendirian menghadapi Taliban.

Jika ada secercah harapan bahwa Taliban akan mau menegakkan hak asasi manusia dan mendorong kesetaraan hak bagi perempuan di Afganistan, aturan teranyar kelompok militan Pashtun itu sudah membuyarkannya.

Sejak Sabtu (7/5), "mereka (perempuan) harus mengenakan cadar karena tradisional dan bermartabat,” titah pemimpin spiritual Taliban, Hibatullah Akhundzada.

Dalam fatwanya itu, Akhundzada memperkenalkan serangkaian aturan baru "untuk mencegah provokasi jika bertemu laki-laki yang bukan muhrim,” imbuhnya sebelum menganjurkan agar perempuan "lebih baik berdiam di rumah” ketimbang berkarya di dunia luar.

Cuma kaum lansia dan anak-anak yang dikecualikan dari kewajiban berjilbab di ruang publik. "Kewajiban burqa yang dikenakan Taliban menghapus identitas perempuan,” tukas Daud Naji, bekas pejabat pemerintah Afganistan lewat akun Twitternya.

"Masalahnya di sini bukan hijab, tetapi eliminasi perempuan.” Belum lama ini, para Talib juga urung menepati janji mengizinkan murid perempuan kembali bersekolah.

Pekan lalu, Taliban mengatakan sekolah tingkat menengah baru akan dibuka bagi perempuan jika "aturan pakaian yang pantas” sudah disepakati.

Silang ideologi di tubuh Taliban

Hampir setiap hari, Kementerian Amal Maruf Nahi Munkar mengeluarkan aturan baru yang membatasi kebebasan perempuan.

Baca Juga: Taliban Larang PUBG dan TikTok, Dianggap Menyesatkan Generasi Muda

Sejak Maret silam, perempuan misalnya tidak lagi diizinkan menumpangi pesawat seorang diri, tanpa ditemani laki-laki muhrim.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI