Perlawanan terakhir di Azovstal
Pertempuran masih berkecamuk di berbagai kota di timur Ukraina. Tapi pengepungan Mariupol merupakan harapan terbesar bagi Rusia untuk membukukan keberhasilan di Hari Kemenangan, Senin (9/5).
"Kami mengalami pengeboman tanpa henti,” kata Kapten Sviatoslav Palamar, Wakil Komandan Resimen Azov.
Rusia sejauh ini telah menguasai pusat kota, ketika pasukan Ukraina masih bercokol di kompleks industri, Azovstal.
Pabrik logam seluas seribu hektar itu adalah satu-satunya kawasan di Mariupol yang masih bebas.
Serangan Rusia dikabarkan meningkat sepanjang akhir pekan. Namun, serdadu Ukraina mengaku bakal bertempur hingga penghabisan.
"Menyerah buat kami adalah sesuatu yang tidak bisa diterima,” kata Letnan Illya Samoilenko, anggota resimen Azov.
"Kami tidak bisa memberikan kepada musuh hadiah semacam itu,” imbuhnya.
Rusia sebaliknya mendapat hadiah sanksi berupa embargo minyak dan gas oleh negara-negara G7, yakni Kanada, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Jepang dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Zelenskyy: Serangan Rusia Tewaskan 60 Warga Sipil di Luhansk
Selain itu, AS juga memberikan sanksi terhadap tiga stasiun televisi pemerintah, mengharamkan perusahaan jasa akuntansi dan konsultasi bisnis beroperasi di Rusia, serta melarang penjualan produk kayu, mesin industri, pemanas dan alat berat kepada Rusia. rzn/vlz (ap,rtr)