Zelenskyy: Serangan Rusia Tewaskan 60 Warga Sipil di Luhansk

Senin, 09 Mei 2022 | 15:05 WIB
Zelenskyy: Serangan Rusia Tewaskan 60 Warga Sipil di Luhansk
DW
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut serangan bom Rusia menewaskan 60 warga sipil yang bersembunyi di sebuah sekolah di Luhansk timur. Sementara itu, Jepang akan melakukan pelarangan impor minyak mentah Rusia.

Jepang akan melarang impor minyak mentah Rusia

Jepang akan melakukan pelarangan impor minyak mentah Rusia, sebagai bagian kampanye G7 melawan invasi Rusia ke Ukraina, kata Perdana Menteri Fumio Kishida pada Minggu (08/05), usai menghadiri pertemuan online para pemimpin G7.

"Untuk negara yang sangat bergantung pada impor energi, ini adalah keputusan yang sangat sulit. Namun, koordinasi G7 paling penting dilakukan pada saat seperti sekarang ini,” kata Kishida, berdasarkan pernyataan yang dikeluarkan pemerintah.

Rusia adalah pemasok minyak mentah dan gas alam cari (LNG) terbesar kelima di Jepang.

"Kami berkomitmen untuk menghapus ketergantungan kami pada energi Rusia, termasuk dengan menghapus atau melarang impor minyak Rusia. Kami akan memastikan bahwa kami melakukannya secara tepat waktu dan teratur,” kata para pemimpin G7 dalam pernyataan bersama.

Gagasan untuk menghapus minyak Rusia secara bertahap memberi Jepang beberapa kelonggaran dalam mengurangi impor sambil mencari sumber energi alternatif.

Sinar lampu bendera Ukraina terpampang di depan gedung Komisi Eropa Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Minggu (08/05) mengatakan, gedung-gedung Komisi Eropa di Brussel menyala dengan warna bendera Ukraina.

"Bersinar seterang harapan kita untuk melihat perdamaian kembali Eropa. Dan untuk mulai menjalin masa depan teman-teman Ukraina kita,” tulisnya di Twitter.

Baca Juga: 7 Pernyataan Zelensky yang Bikin Rusia Ketar-Ketir, Ukraina Siap Berjuang!

Kanada janjikan bantuan militer lanjutan ke Ukraina

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI