Fadli yang turut merasa prihatin dengan situasi itu pun menekankan akan pentingnya perubahan. "Negeri ini harus dimerdekakan kembali!" pungkasnya.

Puisinya yang sangat pedas menyentil berbagai isu dan gejolak politik ini tentu mendapat banyak komentar dari warganet. Pendapat publik terbelah, baik mendukungnya atau malah kontra dan mendesak Fadli untuk lebih gamblang memperjuangkan hak-hak rakyat ketimbang sekadar menyindir lewat puisi.
"Setuju," komentar warganet.
"Lihatlah anggota DPR yang digaji dari uang pajak rakyat, kerjanya nyinyir memperkeruh suasana," balas warganet lain.
Sementara itu, pemerintah telah memberi pernyataan perihal beberapa isu yang belakangan membuat gonjang-ganjing. Mulai dari Presiden Joko Widodo yang menegaskan Pemilu tetap berlangsung 14 Februari 2024 hingga Menko Marives Luhut Binsar Pandjaitan yang masih bersikeras menolak membuka big data.
Utas puisi Fadli dapat dibaca selengkapnya di sini.