Berharap Divonis Bebas Pekan Depan karena Tak Betah Dipenjara, Ferdinand Mau Lebaran di Rumah Makan Ketupat

Selasa, 12 April 2022 | 18:54 WIB
Berharap Divonis Bebas Pekan Depan karena Tak Betah Dipenjara, Ferdinand Mau Lebaran di Rumah Makan Ketupat
Ferdinand Hutahaean seusai menjalani sidang sebagai terdakwa kasus cuitan Allahmu Lemah di PN Jakpus. (Suara.com/Yaumal)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Majelis Hakim akan memutus perkara kasus cuitan "Allahmu Lemah" dengan terdakwa Ferdinand Hutahaean rencana pada Selasa (194/4/2022) pekan depan.

Ferdinand pada sidang hari ini, telah usai membacakan pledoi atau nota pembelaan sebagai terdakwa. Ia pun berharap pada putusan majelis hakim nanti ia mendapatkan vonis bebas.

Meski begitu, ia tetap pasrah dengan keputusan majelis hakim yang memiliki kewenangan dalam menentukan perkara kasusnya itu.

"Tentu harapan saya bebas. Tapi apakah bebas atau tidak kita serahkan nanti kepada hikmat dan kebijaksanaan yang mulia hakim," kata Ferdinand di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (12/4/2022).

Ferdinand Hutahahean, terdakwa kasus cuitan 'Allahmu Lemah' saat menjalani sidang sebagai terdakwa. (Suara.com/Welly Hidayat)
Ferdinand Hutahahean, terdakwa kasus cuitan 'Allahmu Lemah' saat menjalani sidang sebagai terdakwa. (Suara.com/Welly Hidayat)

Ferdinand mengaku tidak betah berlama-lama di penjara.

"Kalau saya ditanya secara pribadi ya maunya bebas. Siapa yang tidak mau bebas. Emang enak dipenjara? Enggak enak bro," ucapnya.

Ia, pun berharap dalam putusan majelis hakim dapat dinyatakan bebas dan menikmati lebaran bersama keluarga.

"Ya, pengen lah (lebaran di rumah) pengen makan ketupat di rumah sama opor ayam."

Ngaku Dapat Bisikan Setan

Baca Juga: Ferdinand di Sidang: Allah Saja Maha Pengampun, Apakah Kita Manusia Harus Memenjarakan Orang karena Keliru dan Khilaf?

Dalam sidang pembacaan pleidoi, Ferdinand mengaku bahwa cuitan 'Allahmu Lemah' hingga membuatnya mendekam di penjara tak lepas dari pengaruh adanya bisikan setan. Ferdinand mengaku cuitan itu ditulis ketika dirinya baru sadar karena mengalami pingsan atas penyakit yang dideritanya selama tiga tahun terakhir.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI