Seluruh persiapan itu jelas sulit untuk dibatalkan dalam kurun waktu dua hari. Karena itulah, kedua pihak keluarga sepakat untuk meneruskan resepsi pernikahan meski ia dan calonnya malah belum resmi menikah.
"Resepsi dilanjutkan walau kami belum menikah. Kami tidak duduk di pelaminan, tamu-tamu hanya datang untuk makan," jelas Akma.

Alhasil pelaminan yang sudah diatur pun disulap sedemikian rupa, bukan untuk duduknya kedua mempelai, tetapi tempat ditatanya barang-barang seserahan pernikahan.
Meski pernikahannya batal dan tamu-tamu hanya datang untuk makan, calon suami dan keluarganya tetap hadir di sana. Calon suaminya lah yang berperan menjelaskan kondisi pernikahan tak biasa tersebut kepada para tamu.
"Jelas ada banyak gosip, tapi calon suami dan keluarga waktu itu memberi banyak dukungan," imbuh Akma.
Hingga akhirnya pernikahan itu kembali bisa digelar pada 20 Maret 2022. Beruntung pula pihak dekorasi pernikahan membiarkan pelaminannya tetap terpasang hingga Akma sembuh dari Covid-19, sehingga impiannya menikah dengan dekorasi tersebut bisa terwujud.
"Selesai karantina, kami langsung menikah. Kami juga berfoto di pelaminan bersama keluarga, sebagai tanda kenangan. Tapi kami memang tidak mengadakan resepsi lagi," tuturnya.